Teramang Jaya Paling Banyak Potong Kerbau untuk Kurban

Featured Mukomuko

Total Hewan Kurban Mukomuko Sementara  745 Ekor

RBO >>>  MUKOMUKO >>>  Harga satu ekor kerbau jantan biasanya lebih mahal ketimbang dengan harga sapi Bali jantan. Banyak faktor yang menyebabkan kerbau lebih mahal dari sapi. Pertama, tentu jumlah dagingnya lebih banyak. Kemudian dagingnya, kata sebagian orang lebih enak ketimbang sapi. Dan kerbau lebih mahal lantaran populasinya atau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sapi pada saat ini.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, yang disampaikan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Warsiman, S.Pt pada Jumat (31/7), jumlah ternak kerbau di Kabupaten Mukomuko saat ini totalnya hanya sekitar 5.000 ekor saja. Jauh jika dibandingkan jumlah sapi Bali yang totalnya mencapai 23.000 ekor se-Kabupaten Mukomuko.

Dijelaskan Warsiman, jumlah kerbau lebih sedikit dibandingkan sapi disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, perkembangbiakan kerbau lebih lamban dibandingkan sapi. Kemudian kalau sapi sudah ada metode inseminasi buatan (IB) atau pembuntingan buatan, sementara kerbau belum ada.

“Kalau sapi, rentang waktu dari melahirkan ke melahirkan itu bisa cuma satu tahun atau 12 bulan. Kalau kerbau antara rentang waktu 1,5 tahun sampai 2 tahun. Masa buntingnya saja. Kerbau itu 10 sampai 11 bulan. Apalagi pembuntingannya saat ini masih mengandalkan secara alami. Inseminasi buatan belum ada di Mukomuko,” beber Warsiman.

“Kalau bobot daging memang lebih banyak kerbau dibandingkan sapi. Jadi, wajar kalau harga kerbau lebih mahal. Biasanya perbedaan harga kerbau dengan sapi Bali itu antara Rp 2 juta sampai Rp 5 juta per ekor,” sambungnya.
Kendati harga kerbau mahal, jumlah kerbau yang dijadikan hewan kurban di Kabupaten Mukomuko terbilang banyak. Yakni 36 ekor. Adapun kurban kerbau paling banyak terdata di Kecamatan Teramang Jaya, yaitu sebanyak 13 ekor kerbau, Ipuh, 8 ekor, Kota Mukomuko 6 ekor, Malin Deman 5 ekor, Pondok Suguh 2 ekor serta Air Dikit dan Selagan Raya masing-masing 1 ekor.

“Kalau kecamatan yang paling banyak kurban kerbau memang Teramang Jaya. Ada 13 ekor dari catatan kita,” ungkap Warsiman.

Sementara, dari data Kantor Kemenag Mukomuko, total hewan kurban yang telah dan akan di potong pada tahun ini jumlahnya mencapai 745 ekor. Itu sudah meliputi kerbau, sapi dan kambing.

Diuraikannya, kecamatan yang paling banyak memotong kurban yaitu di Kecamatan Penarik. Totalnya mencapai 104 ekor. Itu meliputi 79 ekor sapi dan 25 ekor kambing. Di Kota Mukomuko terdata 92 hewan kurban. meliputi 6 ekor kerbau, 85 sapi dan 1 ekor kambing. Dari data Kemenag, kecamatan yang paling sedikit memotong hewan kurban tahun ini, Kecamatan V Koto yang menyembelih 15 ekor sapi.

“Jumlah hewan kurban tahun ini memang turun dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2019 hewan kurban yang disembelih lebih dari 1.000 ekor. Tahun ini yang terdata dengan petugas kita hanya 745 ekor,” ujar Kasi Bimas Kantor Kemenag Mukomuko, H. Peri Irawan dalam keteranganya, Jumat (31/7). (sam/ editor: yar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *