Soal Pilgub, Sultan Bakal Fasilitasi Pertemuan Agusrin dan Rohidin

Featured Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Gonjang-ganjing seputar mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin akan maju-nya kembali pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, masih terus menjadi buah bibir di masyarakat Bengkulu. Apalagi tidak dipungkiri, Agusrin M Najamudin di sebut telah mendapatkan dorongan dari pusat, untuk kembali memimpin Provinsi Bengkulu.
Di tambah lagi, hasil survei yang cukup tinggi, dengan ditandai tingkat elektabilitas, dan popularitasnya berada di atas Gubernur Petahana Rohidin Mersyah.

Keluarga Agusrin M Najamudin, Sultan Bahtiar Najamudin mengatakan, rencana maju kakaknya tersebut, belum diputuskan, karena terlebih dahulu akan melakukan rapat keluarga. Terlebih, Sultan juga berencana bakal mempertemukan Agusrin M Najamudin dengan Gubernur petahana Rohidin Mersyah.
“Keputusan maju dan tidaknya, memang dikembalikan kepada beliau (Agusrin,red). Tapi sebelum itu, meski juga sering melakukan diskusi bersama, saya akan mempertemukan antara Agusrin dengan Rohidin dulu, meski diketahui keduanya sibuk. Mengingat dalam keluarga, saya sebagai seorang adik, dan kebetulan juga sekarang menjabat Wakil Ketua DPD RI, berkewajiban memfasilitasikan pertemuan keduanya,” ungkap dalam keterangan persnya, di Yayasan Najamudin Bengkulu.

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini menerangkan, rencana pertemuan kedua tokoh yang pernah, dan sedang memimpin di Provinsi Bengkulu ini, tidak saja mendiskusikan perkembangan perpolitikan menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang sejauh ini partai politik (parpol) belum mengeluarkan rekomendasi, juga terkait hasil survey, serta potensi membangun daerah ke depan.
Apalagi untuk majunya Agusrin, dipastikan tidak akan ujuk-ujuk begitu saja, dan tidak akan menelikung. Belum lagi, antara Agusrin dengan Rohidin memang bersaudara.

“Diskusi kami bertiga (Sultan, Agusrin dan Rohidin, red) bukan siapa yang mau menjadi gubernur dulu, tapi peta politik dan membahas daerah. Pasalnya untuk dukungan pusat, dari awal Agusrin memang di suruh pulang membangun Bengkulu. Tapi karena beliau punya etika, karena ada pamannya yang sedang memimpin. Makanya akan di bahas dulu, tidak saja sebagai keluarga juga bisa secara kelembagaan nantinya,” terang Wakil Ketua DPD RI ini.

Lebih lanjut mengenai status hukum Agusrin sebagai mantan narapidana tipikor, adik bungsunya ini memastikan, tidak ada masalah lagi. Hanya saja yang belum bisa di jawabnya, kepastikan maju atau tidaknya Agusrin. Oleh karena itu akan dilakukan urung rembuk terlebih dahulu. Mengingat jika mengacu pada hasil survei yang juga menjadi acuan bagi parpol dalam memberikan dukungan politiknya, tidak dipungkiri elektabilitas dan popularitas petahana, belum terlalu tinggi.

“Tergantung hasil rembukan nantinya, jika terjadi pandangan sama majunya Pak Rohidin kembali kita dukung. Sebaliknya, apabila Pak Agusrin yang lebih berpotensi menang, bisa saja petahana tidak maju, atau melihat persepsi masyarakat Bengkulu, kedua-duanya akan maju, karena saya apresiasi juga banyak kandidat yang mau berpasangan dengan Agusrin, serta tim kerja sudah terbentuk. Tinggal lagi, garis tangan kita tidak ada yang tahu,” pungkas Sultan. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *