Covid-19 Bertambah, Anggota Dewan Provinsi Minta Segera Buat Pergub

Featured Kesehatan Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Kendati saat ini pemerintah mulai memberlakukan new normal atau adaptasi kehidupan baru ditengah wabah Pandemi Covid-19, namun menurut anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah S.Sos, M.AP, faktanya kondisi yang ada masih belum normal dan Covid-19 semakin meledak pertambahannya di Bengkulu.

“Kalau kita lihat beberapa hari ini, seperti kemarin peningkatan kasus positif Covid-19 terus meningkat tajam. Bahkan hari Minggu kemarin bertambah 18 kasus positif, sehingga total di Provinsi Bengkulu berjumlah 235 kasus positif Covid-19 dan mayoritas kasus positif tersebut berada di Kota Bengkulu. Untuk itu, saya selaku wakil rakyat di DPRD Provinsi Bengkulu secara pribadi meminta pada Gubernur maupun Walikota serta seluruh kepala daerah kabupaten hendaknya dapat membuat Pergub atau Perwal yang dampaknya nanti bisa menekan penularan Covid-119 di daerah kita ini,” ungkap Sefty Yuslinah pada radarbengkuluonline.com, sedang berada di teras Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (3/8).

Politisi perempuan PKS Dapil Kota Bengkulu ini meminta pada jajaran pemerintah daerah gugus tugas Covid-19 dan elemen terkait lainnya, bagaimana caranya agar bisa memberikan kembali pemahaman dan edukasi pada masyarakat bahwa wabah pandemic Covid-19 ini belum berakhir. “Bagaimana agar masyarakat dapat terus mematuhi protocol kesehatan Covid-19 dengan senantiasa menggunakan masker, cuci tangan, terapkan phisycal distancing. Namun kalau kita lihat karakter masyarakat kita yang beranggapan bahwa kondisi saat ini sudah normal, sementara kita new normal. Padahal sebenarnya Covid-19 masih terus mengintai,” jelasnya.

Adapun kenapa Sefty meminta segera dibuatkan Pergub serta Perwal, karena dari perkembangan pemaparan Covid-19 ini semakin kemari, semakin banyak. Bahkan lahir klaster-klaster baru. Seperti klaster Perbankan, lalu ada suatu kelurahan yang notabene cukup dekat dengan pasar dan menurutnya itu sangat mengerikan. Meskipun pada dasarnya semuanya itu tetap dikembalikan pada kekuasaan Allah SWT.

“Tapi sekali lagi, usaha ikhtiar, yang namanya waspada itu harus. Tapi pemerintah daerah dan elemen terkait saya berharap bagaimana agar kita bisa selalu kompak guna meminimalisir peningkatan Covid-19 ini, sebab itu perlu Pergub dan Perwal. Seperti saya lihat dibeberapa daerah yang lain. Salah satunya di Jepara, Ketua DPRD nya meninggal. Juga ada teman-teman didaerah lain, anggota DPRD, wakil ketua DPRD ada perkantoran –perkantoran yang tutup karena terpapar. Pergub dan Perwal itu nanti seperti di DKI Jakarta, yang tidak memakai masker itu didenda atau diberikan sanksi sosial. Seperti membersihkan jalan. Sebab itu harapan kita seluruhnya bisa tetap terus waspada. Karena seperti di Kota Bengkulu, salah satu ASN terbaik meninggal dunia. Nah, ini kita harus waspada. Kota Bengkulu khususnya yang sangat tajam peningkatannya, meskipun juga ada di beberapa daerah kabupaten yang terjadi kasus positif Covid-19,” pungkas Sefty. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *