Samsu Amanah: Siapapun yang Diusung DPP Wajib Kita Dukung

Featured Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Samsu Amanah S.Sos, mengatakan dalam Pilkada Gubernur Bengkulu tahun 2020 nanti bila ada kader Partai Golkar yang maju dalam Pilgub dan diusung oleh Partai Politik (Parpol) lain diluar instruksi DPP, maka sanksinya jelas, keluar dari Golkar. “Kalau ada kader Golkar yang maju dalam Pilgub namun diusung oleh Parpol lainnya. Silahkan saja, kita tidak masalah. Tapi yang jelas itu, bukan dari struktur partai, karena kami di Golkar ini jelas, seluruh DPD tingkat II dan jajaran pengurus DPD Partai Golkar tingkat I hanya akan mendukung kandidat yang diinstruksikan oleh DPP. Siapapun yang direkomendasikan oleh DPP, itu yang wajib kita dukung. Dan untuk kader yang maju dalam Pilgub dengan diusung oleh Partai lain kemudian tidak sesuai dengan instruksi DPP, maka sanksinya jelas keluar dari Partai Golkar,” kata Samsu Amanah S. Sos, Senin (3/8).

Sebelumnya terkait Pilgub, Samsu mengatakan. Sejauh ini mereka masih konsisten dengan PDIP dan menunggu keputusan DPP PDIP siapa yang bakal jadi calon pendamping Pak Rohidin dalam Pilgub nanti. “Sejauh ini, kami masih konsisten menunggu PDIP memutuskan siapa calon pendamping Pak Rohidin. Pak Rohidin juga sudah berkali-kali datang ke DPP PDIP, dimana PDIP dengan tegas menginginkan kadernya untuk maju dalam Pilgub. Sebab itu, kami bersama PKS masih menunggu keputusan PDIP. Namun jika memang nantinya terjadi perubahan, baru kita akan melakukan langkah selanjutnya,” kata Samsu.

Selain itu, Samsu juga menerangkan Golkar akan mengusung kandidat yang berdasarkan hasil surveinya paling tinggi. Jika ada yang mensimulasikan jika Pak Rohidin berpasangan dengan Imron Rosyadi sebagai sesama kader Golkar peluang menang lebih terbuka. Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu tersebut kembali menegaskan itu merupakan kewenangan DPP. “Kalau memang DPP yang melakukan simulasi memasangkan kandidat Cagub dan Cawagub, maka kita yang didaerah siap mematuhi simulasi tersebut. Tapi kalau simulasinya hanya dari pengurus di daerah, yang kita pedomani adalah DPP,” singkat Samsu. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *