29 KK Warga Desa Darat Sawah Ulu Terima BLT

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Untuk bantuan penanganan Covid – 19 sebanyak 29 Kepala Keluarga(KK) masyarakat Desa Darat Sawah Ulu menerima bantuan langsung Tunai tahap pertama bulan ketiga.Pj Kepala Desa Darat Sawah Ulu, Harlimin mengutarakan pembagian ini sudah melalui Musyawarah desa Khusus dan melibatkan tim untuk menyeleksi siapa saja yang mendapat bantuan tersebut.

“Untuk itu hari ini kita membagikan BLT dengan besaran yang diterima masing – masing KK sebesar Rp.600.000,- dan kewajiban untuk tahap pertama selama tiga sudah selesai dilakukan Pemerintah Desa,” jelas Harlimin di Kantor Desa Selasa(11/08).

Sedangkan untuk tahap kedua bulan Juli,Agustus, September Pemerintah Desa akan tetap membagikan sesuai dengan aturan yang berlaku dan melihat tata cara desa lain yang sudah membagikan sebagai bahan penyalurannya nanti.Mungkin kedepannya Pemerintah Desa dan seluruh perangkat baik itu BPD, Perangkat Desa, Pendamping Desa, Tim penyeleksi, babinsa dan Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat akan melakukan musyawarah biasa tetapi bukan Mudesus.

“Apakah yang menerima selanjutnya tetap pada jumlah yang ada, apakah ada penambahan karena terkhusus di daerah seginim saat ini sudah ada yang hasil rapidnya reaktif bahkan Bengkulu Selatan sudah kembali ke zona merah,” paparnya.

Selain itu kedepannya dengan sisa dana yang tersisa kemungkinan besar Pemerintah Desa Darat Sawah Ulu akan melakukan penyemprotan sesuai instruksi yang disampaikan.

“Dengan pembagian BLT tadi semoga masyarakat yang menerima bisa terbantu perekonomiannya, sekaligus menghimbau kepada masyarakat yang menerima tadi untuk juga menyampaikan kepada keluarga sanak famili untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan karena Covid – 19 belum habis,” tutup Harlimin.

Adapun yang disampaikan Kepala Kecamatan Seginim Mardalena Romli, S.Pd.M.si bahwa pembagian BLT untuk bulan ketiga tahap pertama ini gunakanlah bantuan tersebut yang menjadi skala kebutuhan masyarakat dan jangan untuk berpoya menggunakan kepada hal yang tidak penting.

“Apalagi masyarakat kita ini mempunyai usaha,tetapi saat ini sedang terhenti bisa digunakan bantuan tersebut untuk modal usaha sehingga uang yang diterima tersebut bisa berputar dan menghasilkan uang yang lebih banyak untuk kebutuhan kita sehari – hari,” pungkas Mardalena.(afa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *