Sambut Tahun Baru Islam, 17 Kelompok KKT Laksanakan Doa Bersama

Featured Pemda Provinsi Sosial & Budaya

Wahyudi: Ditengah Covid-19, Kita Hanya Laksanakan Ritual Tabut

RBO, BENGKULU – Tetap meriah menyambut masuknya tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H bertepatan tahun 2020. Hanya saja kalau tahun-tahun sebelumnya pihak Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen Provinsi Bengkulu selalu melaksanakan kegiatan seni dan budaya tabut yang dinanti oleh seluruh masyarakat dengan meriah. Kegiatan itu baik festival pertunjukan seni dan budaya, lalu ritual tabut, arena pasar rakyat dan aneka kegiatan lainnya.

Beda tahun ini, Pihak KKT Bengkulu dengan 17 kelompok KKT Bengkulu terpaksa hanya melaksanakan kegiatan ritual saja guna menghindari kerumunan serta sesuai dengan protokoler kesehatan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah.

“Hasil kesepakatan pengurus KKT Bengkulu, hari Rabu Sore-red) kita 17 kelompok KKT melaksanakan kegiatan mendoa membacakan doa keselamatan di rumah kelompok KKT masing-masing,” ungkap Bendahara KKT Bengkulu, Wahyudi S.Kom.I, Rabu (19/8).

Dijelaskan Wahyudi yang saat diwawancarai baru selesai melaksanakan doa bersama di rumah kelompok keturunan keluarga Tabut Bansal di Kelurahan Tengah Padang. Sesuai kesepakatan dengan pemerintah melalui Dinas Pariwisata Provinsi, serta koordinasi dengan aparat hukum dari kepolisian. Maka untuk pelaksanaan Tabut tahun 2020 ini hanya kegiatan ritual dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, jaga jarak, dan tidak membuat kerumunan.

“Adapun doa yang kita panjatkan itu, mendoakan, meminta kepada Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW, arwah Ali Hanafiah, anak dari Nabi Muhammad SAW, lalu untuk cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan, Husein dan para petinggi pejuang yang telah membawa Agama Islam masuk di Provinsi Bengkulu dapat mendapatkan tempat yang mulia atas perjuangan mereka. Selain doa sore Rabu itu yang serentak dilakukan oleh 17 kelompok KKT, tadi malam-red) kita juga akan melaksanakan pertemuan, silaturahmi dengan pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Bengkulu, dan kita menyampaikan bahwa KKT mulai hari ini akan melaksanakan kegiatan ritual Tabut. Kemudian hari keempat dan kelima Muharram atau tanggal 23 Agustus, kami akan melaksanakan kegiatan ritual mencuci penja, lalu pada tanggal 29 Agustus 10 Muharram kita akan laksanakan doa sekaligus ziarah ke makam Padang Karbela. Dan kegiatan pelaksanaan Tabut yang hanya ritualnya saja ini dilakukan. Dulu pernah terjadi beberapa tahun lalu sudah cukup lama, dimana bagi kami KKT ritual ini wajib dilaksanakan. Dan untuk bangunan tabut, baik itu, kesenian telong-telong, ikan-ikan dan arak-arakan tabut tahun ini ditiadakan. Tetapi tahun depan jika kondisi sudah normal, maka untuk pelaksanaan tabut kembali kita laksanakan dengan meriah seperti tahun sebelumnya,” pungkas Wahyudi.

Adapun dari Ketua Pelaksana Tabut Imam Senggolo tahun 2020, Adil Qurniawan menambahkan, memang pelaksanaan Tabut tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya. “Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Tabut kita gelar secara sederhana,” kata Adil.

Dijelaskan Adil, bahwa pihaknya hanya mendapat izin sebanyak 20 orang saja dalam melaksanakan ritual tabut ini. Dengan catatan pelaksanaan protokol kesehatan tetap harus dilakukan dalam setiap prosesi ritualnya.

“Kita hanya dibatasi 20 orang, dan tetap melaksanakan standar protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk dukungan dari pemerintah, diakui Adil pihaknya tetap mendapar dukungan. Pihaknya juga menerima bantuan sebesar Rp 4,5 juta untuk pelaksanaan ritual tabut ini. “Alhamdulillah Pemerintah tetap mendukung, kalau dibilang cukup tentu tidak cukup, namun kita tetap berterimakasih,” pungkas Adil. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *