P2LB dan 48 Komunitas Ikuti Pameran di Bencoolen Fest

Ekonomi & Bisnis Featured Pariwisata

RBO, BENGKULU – Perhimpunan Pecinta Louhan Bengkulu ikut serta dalam Community Fest 2020 di Bencoolen Mall kemarin Jumat (21/8). Dalam pameran tersebut ada sebanyak 15 ekor louhan dengan macam jenis seperti cencu, kamfa, klasik dan bongsai.

Ketua P2LB Hendri Gondrong mengatakan dengan adanya pameran ini dapat menampung komunitas di Kota Bengkulu. “Tentunya kami berterimakasih sekali dengan adanya Comunity Fest 2020 yang digelar di Bencoolen Mall ini sebagai wadah tempat komunitas Louhan yang ada di Bengkulu,” ujarnya.

Menurut Hendri, Kota Bengkulu juga mempunyai kualitas louhan lokal yang tinggi. “Kualitas louhan Bengkulu tidak kalah dengan luar Provinsi lainnya, tentu jenis cencu merupakan lokal yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Bencoolen Mall, Irwandi Putra mengatakan dalam pameran tersebut terdiri sebanyak 48 komunitas dari bermacam. Kegiatan ini pun baru pertama kali digelar di Bencoolen Mall dengan konsep Komunitas Berdaya Indonesia jaya.

“Setelah ini akan banyak acara kembali dengan konsep sendiri. Nantinya akan membuat kegiatan sendiri. Ini kegiatan perdana adanya comunity fest 2020 ditahun ini. Terutama mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Bengkulu,” sampainya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemda Kota Bengkulu, H Amrullah mengapresiasi kegiatan tersebut. Diharapkan dapat membangun para komunitas yang berbasis dengan UMKM.

“Ini memang acara pertama kedepan agar memajukan komunitas yang ada di Bengkulu. Tentu Pemda Kota terus mendorong agar komunitas dengan UMKM yang ada dapat sejahtera,” tutupnya.

Adapun komunitas yang tergabung dalam BCC diantaranya, Komunitas Rumah Sentra Kemasan (RSK), Bengkulu Heritage Society (BHS), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Shoutout for Shotout (SFS), Komunitas Film Bengkulu-Raflesia Motion, Forum PES Bengkulu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bengkulu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) wilayah Bengkulu. Lalu, Rafflesia Bisnis Class (RBC), Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PIK-PPD), Kampung Dongeng Kito Bengkulu (KADO KITO), Komunitas Mahasiswa Anti Korupsi (KOMISI), Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), Unit Pengembangan Pengolahan Pemasaran Hasil Pertanian (UP3HP). Kemudian, Ayo Jadi Pengusaha (AJIP), Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI), BKFC.id (K-Popers Bengkulu), UKM Seni Unihas, UKM Seni Unived, Ikatan Mahasiwa Ilmu Komunikasi (IMIKI) Bengkulu, Forum Silaturahmi Pemuda dan Pemudi Musi Rawas Utara (FOSPEMTARA), Komunitas MUA Bengkulu, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Bengkulu (HWDI). Asosiasi UMKM Bengkulu, Komunitas Perhimpunan Pecinta Louhan Bengkulu (P2LB), Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusi (MMI), Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bengkulu. Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) Bengkulu, Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu (KPPL), Komunitas Free Fire Bengkulu, Ikatan Bujang Gadis Bengkulu, Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Bengkulu, Cakrawala Raflesia , Matic R14 Bengkulu Fake Runer Bengkulu, Guyub Sihir Bengkulu, Komunitas Menulis (KomMen), Rupa Kardus Bengkulu, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu, Bengkulu Youth Forum, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), serta Vespa Independen Benteng (VIB). (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *