Penutupan Tabut Tebuang Sederhana Tetapi Meriah

Featured Sosial & Budaya

RBO >>> BENGKULU >>>  Meskipun  pelaksanaan kegiatan tabut tidak semaksimal tahun sebelumnya, namun arak-arakan pada tradisi ‘Tabut Tebuang’ atau pembuangan tabut di Bengkulu tetap dilakukan secara sederhana namun tetap meriah oleh Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bengkulu.  Ditahun-tahun biasanya warga menanti arak-arakan tersebut, sehingga memadati badan jalan yang menjadi rute pembuangan tabut mulai simpang BI hingga kawasan Jalan Depan Kampus Unihaz, Suprapto, Simpang Skip hingga Padang Jati selalu ramai yang dilakukan setiap tahun Baru Islam. Tetapi untuk prosesi ritual pembuangan tabut tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya.

Aidil Qurniawan, Ketua Penyelenggara Tabut Imam Senggolo mengatakan, bahwa pada prosesi terakhir tabut tebuang biasanya dilakukan arak-arakan tabut yang didorong dengan menggunakan gerobak. “Pada kondisi pandemi covid-19, tabut kita naikkan ke mobil bak terbuka dengan hanya membawa puncak tabutnya saja,” ungkap Aidil, Sabtu (29/8).

Namun, kata Aidil, untuk ritual tradisinya tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. Baik rute jalan yang dilintasi hingga ziarah di pemakaman umum Karabela di Kelurahan Kebun Tebeng Kota Bengkulu, yang dilambangkan sebagai kawasan Padang Karbala di Irak.

Pembuangan tabut sendiri merupakan puncak rangkaian ritual tabut yang digelar 10 hari pada 1-10 Muharram. “Semoga tahun depan kita bisa kembali menyambut masuknya tahun baru Islam dan dengan suasana pelaksanaan tabut normal seperti sebelum adanya Covid-19,” katanya.

Meski dilakukan sederhana, warga sangat antusias memadati badan jalan yang dilintasi pada pembuangan tabut. Salah seorang warga Kota Bengkulu, Heri (40) mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya rindu melihat pawai tabut seperti tahun sebelumnya.

“Tabut ini apalagi saat tabut besanding dan tabut tebuang, biasanya kita sangat ingin menyaksikannya langsung bersama dengan keluarga. Tetapi tahun ini nampaknya pelaksanaan tabut terbatas dan kita berupaya sebaik mungkin agar menghindari kerumunan,” kata Heri. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *