Dicari 30.000 Ha Lahan untuk Program Singkong Nasional

Featured Pemda Provinsi Pertanian

RBO, BENGKULU – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan) membahas bersama Pemda Provinsi Bengkulu terkait rencana penanaman singkong dengan jumlah besar. Program penanaman singkong dengan bidang sektor industri ini bertujuan agar ketersedianya pemenuhan kebutuhan masyarakat di daerah. Terutama dalam menghadapi kondisi pandemi tentu program tersebut akan menjadi kebutuhan bersama.

“Kita menyambut baik program ketahanan pangan ini. Karena dampak covid ini kebutuhan pangan sangat diperlukan. Ada program pemerintah pusat untuk penananam singkong dengan industri hulu dan hilir,” ujar Sekda Provinsi Hamka Sabri kemarin Selasa (15/9) usai rapat bersama.

Permasalahan tersebut, Hamka mengatakan Provinsi Bengkulu saat ini belum memiliki lahan yang luas untuk penanaman singkong. Namun berencana agar dapat berkerjasama dengan masyarakat dalam penyedian lahan, Pemprov memberikan fasilitas kebutuhan.

“Akan tetapi permasalahan itu penyediaan lahan seluas puluhan ribu hektar itu kita tidak punya lagi di Bengkulu. Kita akan sampaikan ke pihak Kemenhan agar lahan berkerjasama dengan masyarakat pemerintah daerah memberikan bahan baku nya,” sampainya.

Sementara itu, Kolonel Laut Joni Agoesta selaku Ketua Tim Badan Cadangan Logistik Strategis (BCLS) Kemenhan mengatakan, pihaknya berharap agar program pemerintah pusat ini dapat terealisasi di Provinsi Bengkulu.

“Harapan kita mandiri dalam kebutuhan pangan, paling tidak memenuhi untuk nasional kalau sudah banyak baru kita bawa keluar negeri. Target kita itu paling tidak mencari 30 ribu hektar lahan untuk penanaman singkung. Kalau padi 3 ribu hektar. Ideal memang harus satu tempat akan tetapi di Bengkulu ini sangat sulit mencari lahan tersebut,” ujarnya.

Selain itu Joni mengatakan, beberapa daerah di Bengkulu merupakan potensi produksi singkong terbesar di atas rata rata nasional.

“Kita masih meneliti lahan apakah bisa dipakai sebesar 3 ribu hektar karena ada yang ditempati masyarakat. Kalau kita lihat daerah potensi terbesar ini berada di Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan dan Seluma. Karena informasi ada sentra singkong disana. Produksi singkong itu di atas rata rata nasional. Realisasi ini program nasional, namun tidak serentak, sekaligus itu tergantung keputusan dari pemerintah pusat,” sampainya. (Bro)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.