Padang Genting Relokasi PAUD

Featured Seluma

RBO, SELUMA – Polemik keberadaan dua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Padang Genting, Kecamatan Seluma Selatan pada Rabu (16/9) pagi diwarnai kericuhan. Ini setelah proses relokasi diwarnai cekcok mulut antara Kepala Desa Padang Genting, Yuli Ikhwan dengan pihak Jaringan Pendampingan Kebijakan Pembangunan (JPKP).

Hal ini terjadi lantaran sang Kades keberatan saat pihak JPKP merekam aktifitas pemindahan seluruh barang inventaris milik PAUD Dahlia, karena dinilainya tidak izin terlebih dahulu.
Namun ribut mulut ini berakhir setelah dilerai petugas aparat TNI-Polri yang berjaga dilokasi kejadian.

Polemik ini dipicu adanya dugaan tumpang tindih terkait izin penggunaan bangunan gedung milik aset desa, yang sebelumnya difungsikan sebagai PAUD Dahlia. Lalu kemudian setelah adanya pergantian kepala desa yang baru, gedung tersebut yang semula difungsikan PAUD Dahlia digantikan PAUD Kasih Bunda yang baru diterbitkan izinnya oleh Diknas dan Dinas PMD Seluma.

Kedua belah pihak mengklaim sama-sama berhak menggunakan gedung fasilitas desa ini. Namun sebelum dilakukan relokasi, Kades Padang Genting mengaku pihak Yayasan PAUD Dahlia, telah bersedia agar seluruh barang inventarisnya dipindahkan ke kediaman Kepala PAUD Dahlia. “Sebelumnya sudah dilakukan musyawarah antara Pihak Yayasan PAUD Dahlia dan PAUD Kasih Bunda. Relokasi sudah mendapat izin dari kedua belah pihak. Bahkan surat pemberitahuan sudah kita layangkan empat kali,” kata Kades Padang Genting, Yuli Ikhwan, Rabu (16/9)

Keributan mencuat lantaran saat relokasi, pihak Yayasan PAUD Dahlia mempercayakan kunci bangunan PAUD kepada salah seorang anggota JPKP, maka perangkat desa pun membuka paksa kunci ruangan Kepala PAUD untuk dapat mengeluarkan barang inventaris didalamnya.

Sejumlah Hansip dan perangkat desa pun kemudian bergotong royong mengangkuti barang inventaris milik PAUD Dahlia untuk dipindahkan ke kediaman Kepala PAUD Dahlia.
Karena dinilai semena-mena perkara ini pun akhirnya dilaporkan JPKP ke Polda Bengkulu, agar dapat ditindaklanjuti. (0ne)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *