Terdampak Corona, GBD Berharap Naik Gaji

Bengkulu Tengah Daerah

RBO,BENTENG – Dampak pandemi virus Corona atau Covid-19 yang menyerang seluruh sektor hingga kini terus dirasakan masyarakat, tak terkecuali para Guru Bantu Daerah (GBD) di Kabupaten Benteng.

Meski sama-sama berperan besar dalam mendidik anak bangsa.

Namun, gaji Guru Bantu Daerah (GBD) Kabupaten Benteng masih jauh dari kata cukup yakni dibawah Rp 1 juta tiap bulannya.

Beda dengan Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer dilingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bengkulu yang mendapat kenaikan gaji, dari Rp 1,8 juta menjadi Rp 2 juta. Tak hanya itu, tenaga honorer Pemprov juga mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita minta anggota Dewan bisa memperjuangkannya, kalau bisa kita guru GBD ini dinaikkan setara UMR seperti tenaga honorer Pemprov,” terang Sebenar Hati Ketua Forum GBD Benteng.

Ditambahkan, gaji GBD Benteng saat ini tergolong kecil, bahkan lebih besar pula gaji buruh.

“Selama ini kami juga tak pernah mendapat tunjangan hari raya (THR). Kalau bisa DPRD Benteng bisa untuk memperjuangkannya juga,” tutupnya.

Sekadar informasi, Kabupaten Benteng memiliki sebanyak 121 orang GBD yang tersebar di sejumlah sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Tiap bulannya para GBD ini hanya mendapatkan gaji Rp 600 ribu/bulan yang dirapel tiap 3 bulan sekali. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *