SAYANGI DAN LINDUNGI BALITA DI MASA PANDEMI COVID-19

Featured Kesehatan Pemda Provinsi

PENGELOLA PROGRAM BALITA DAN ANAK PRA SEKOLAH DINKES PROVINSI BENGKULU, SRI WAHYUNI, SKM

BEBERAPA hari terakhir ini kita mendapati bahwa kasus Covid-19 pada Balita terus bertambah. Sangat disayangkan bahwa balita terkonfirmasi tersebut tertular dari orang terdekat. Bahkan ada kasus yang merupakan satu keluarga. Dalam isolasi, balita yang menderita Covid-19 ini tentu perlu didampingi oleh pengasuh. Sehingga akan menambah risiko penularan pada orang di sekitar. Dengan demikian, upaya pencegahan perlu DIPERKUAT untuk melindungi anak dari risiko penularan dan kematian, juga mengurangi risiko penularan terhadap pengasuhnya. Dalam penanganan kasus ini diharapkan lebih banyak pihak yang terlibat dalam pencegahan penularan Covid-19 dan dampak negatifnya pada kesehatan dan tumbuh kembang anak usia dini.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, diharapkan tenaga kesehatan dapat berperan dalam melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk yang memiliki anak usia dini, tentang pencegahan penyebaran COVID-19 dan informasi gawat darurat dan RS rujukan terdekat, pemantauan balita berisiko yang memerlukan tindak lanjut, koordinasi kader, RT/RW/kepala desa/ kelurahan, dan tokoh masyarakat terkait sasaran anak dan pelayanan kesehatan rutin dalam situasi pandemi COVID-19, serta memberikan pelayanan kesehatan kepada balita dengan melakukan triase, penerapan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dan jarak fisik (physical distancing).

Sementara, kader dan masyarakat dapat berperan dalam membantu memperluas sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran COVID19 pada anak usia dini, membantu skrining keadaan anak/ pengasuh yang mendapat pelayanan balita di Posyandu, membantu tenaga kesehatan menjadwalkan kunjungan rumah, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, distribusi suplementasi dan mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti disiplin menghindari keluar rumah, menjaga jarak fisik dengan orang lain, memakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih sehat.

Ada beberapa penyesuaian pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan pada Balita dan Anak Usia Pra Sekolah yang utama adalah untuk tetap mengedepankan pencegahan penularan. Namun, tetap mengupayakan pencegahan kematian bayi dan balita dalam masa pandemic COVID-19 ini. Dengan pembatasan social atau physical distancing, tentu saja berdampak pada akses anak mendapat layanan kesehatan esensial. Seperti (Pemantauan tumbuh kembang, imunisasi dan vitamin A). Untuk itu, imunisasi, vitamin A, dan pelayanan kesehatan esensial lainnya tetap dapat dilaksanakan sesuai umur anak melalui janji temu di fasilitas kesehatan. Sementara, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dapat dilakukan di rumah dengan mengacu pada Buku KIA. Namun orang tua untuk lebih ketat memantau tumbuh kembangnya, asupan makannya, dan simpanlah nomor telepon Puskesmas terdekat jika membutuhkan penanganan lebih lanjut. Di dalam Buku KIA terdapat ceklis sesuai umur, anak sangat mudah digunakan orang tua memantau perkembangannya. Diharapkan kader, guru menjalin komunikasi dengan orang tua untuk melakukan stimulasi perkembangan sesuai umur anak, mengikuti ceklis di dalam buku KIA, lakukan stimulasi dengan sabar dalam suasana menyenangkan. Pelayanan balita di Posyandu pada dasarnya mengacu pada ketentuan pemerintah daerah setempat. Apabila dinyatakan bahwa kegiatan Posyandu dapat dilaksanakan, maka penyelenggaraannya harus dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.Untuk daerah dengan kebijakan PSBB atau terdapat kasus positif Covid-19, untuk menunda pelayanan kesehatan di Posyandu.Pada daerah tersebut, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dilakukan mandiri di rumah dengan Buku KIA dan pemantauan balita berisiko, pelayanan vitamin A, imunisasi, triple eliminasi dilakukan dengan janji temu/ tele konsultasi/kunjungan rumah.

Dalam kegiatan Posyandu hal-hal penting yang harus diperhatikan antara lain: hanya dapat dihadiri oleh anak, pendamping, dan tenaga kesehatan yang sehat, menggunakan masker bagi semua pendamping dan anak > 2 tahun, melakukan checklist perkembangan di buku KIA terlebih dahulu, membawa kain sendiri untuk penimbangan, melakukan pembagian waktu pelayanan agar tidak terjadi kerumunan, Posyandu harus dilaksanakan di ruangan dengan sirkulasi udara baik, melakukan desinfeksi, menyediakan air dan sabun untuk mencuci tangan/hand sanitizer, mengatur jarak antar meja pelayanan min. 1 meter, mengatur jadwal sesuai kelompok umur, dan membatasi jenis pelayanan kesehatan.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Posyandu meliputi pemberian kapsul vitamin A sesuai jadwal pemberian, pemantauan tumbuh kembang dengan memperhatikan pencegahan penularan dan pemberian imunisasi sesuai umur anak, pelayanan kesehatan lain yang tidak dilakukan di Posyandu dapat dilakukan melalui janji temu. Hal yang harus diperhatikan pada masa pandemi ini adalah untuk menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan, kecuali terdapat tanda kegawatdaruratan atau untuk mendapatkan layanan esensial seperti imunisasi, vitamin A atau balita berisiko gangguan tumbuh kembang.

Hal yang harus diperhatikan ketika anak perlu mendapat layanan kesehatan adalah membuat janji temu, pastikan jam, ruangan pelayanan, jenis pelayanannya,memakai masker ,tidak menggunakan transportasi umum/ jaga jarak selama perjalanan, setiap waktu cuci tangan, Physical Distancingdan saat tiba dirumah tiba di rumah segera mandi dan ganti baju. Orang tua, pengasuh, dan keluarga di rumah diharapkan agar dapat terus menjaga kesehatan balita secara mandiri, mengikuti infomasi yang ada pada buku KIA. Antara lain dengan membiasakan cuci tangan secara teratur, memberikan asupan gizi seimbang, melakukan stimulasi perkembangan dan tetap memberikan imunisasi sesuai jadwal

Untuk melindungi anak-anak kita pada masa pandemi Covid-19, hal yang paling penting adalah untuk mencegah penularan adalah mendorong anak usia dini untuk tetap di rumah, menghindari kontak dengan orang lain, menghindari mengajak keluar rumah. Jika sangat terpaksa keluar rumah, anak umur di atas 2 tahun untuk memakai masker, jaga jarak selama perjalanan. Orang tua/pengasuh disiplin menerapkan protocol pencegahan infeksi di rumah, langsung mandi setelah bepergian, batasi jumlah orang yang mengasuh langsung anak apalagi bayi, sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, selektif untuk ke fasilitas kesehatan, untuk balita, bawa ke fasilitas kesehatan bila terdapat tanda bahaya pada anak seperti yang terdapat pada Buku KIA. Di masa pandemic guru dibutuhkan lebih bersabar lagi menghadapi anak, dengan hubungan jarak jauh, dalam kegiatan belajar mengajar untuk tidak membebani anak dengan pekerjaan rumah.

Apabila anak harus melakukan isolasi mandiri, maka tentukan siapa yang merawat dengan membatasi jumlah perawat langsung, menggunakan masker dan melakukan etika batuk, tidak menggunakan peralatan pribadi secara bergantian, memastikan ventilasi rumah dan sirkulasi udara, desinfektan ruangan dan benda yang sering disentuh serta jaga daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, aktifitas fisik, sinar matahari, istirahat cukup.

Untuk menjaga kesehatan Anak Usia Dini, memantau tumbuh kembangnya tentu memerlukan perhatian semua pihak agar pemenuhan hak anak dapat terpenuhi secara komprehensif. Kementerian/ lembaga, OPD, organisasi masyarakat, mitra pembangunan bersama-sama untuk menyebarluaskan pencegahan penularan pada anak, mengawal penerapan perilaku hidup bersih sehat dan cara memantau tumbuh kembang mandiri di rumah. Diharapkan setiap institusi bahkan keluarga mematuhi protocol pencegahan penularan COVID-19 dan disiplin mematuhinya.

Pada saat ini sangat memerlukan peran serta semua sektor dalam melaksakan protokol pengasuhan anak, pendidikan di institusi PAUD, pengasuhan anak di panti, pelaksanaan posyandu, pengasuhan anak di rumah dan keluarga, tempat bermain dan juga fasilitas kesehatan. Selain pendidikan dan kesehatan, perlindungan anak dan kesejahteraan sosial anak juga merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam membantuk anak usia dini yang berkualitas.

Secara umum, prinsip protokol kesehatan anak usia dini antara lain membatasi jumlah pengasuh langsung, penggunaan masker, dan protokol keluar rumah, penggunaan masker pada balita > 2 tahun, cuci tangan atau gunakan hand sanitizer secara teratur, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan, konsumsi gizi seimbang sesuai umur anak dan menjaga daya tahan tubuh, istirahat cukup, melakukan aktivitas fisik, dan berjemur di bawah matahari pagi, serta melakukan stimulasi perkembangan dengan penuh kasih sayang. Dan sangat penting juga dapat mengelola penyakit yang dapat menjadi faktor pemberat infeksi Covid-19. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *