Warga Diminta Tidak BAB di Sungai, Pemdes Babatan Ulu Bangun 20 Jamban

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Pj Kepala Desa Babatan Ulu, Jhon Sahri,SE mengatakan Pemerintah Desa babatan Ulu akan memberikan jamban kepada 20 rumah masyarakat. “Pembuatan jamban ini dilakukan karena kita adalah desa yang paling ujung di Kecamatan Seginim, namanya saja sudah Babatan Ulu yang menjadi pangkal aliran air, untuk itu kita berupaya jangan ada lagi masyarakat yang membuang kotorannya dialiran air,” kata Jhon di Kantor Desa, Sabtu(19/09).

Dana desa dialihkan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai kepada masayarakat yang terdampak Covid – 19, maka tidak bisa semuanya terakomodir. Untuk tahun 2020 ini, akan dilakukan pengerjaan jamban sebanyak 20 unit setelah akan dilanjutkan ditahun 2021 kemungkinan akan diselesaikan untuk semua Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki jamban.

Pemerintah Desa akan melanjutkan pemberian jamban kepada masyarakat ditahun depan berjumlah 54 KK. Dalam pengerjaannya Pemerintah Desa juga akan memperhatikan kelayakan dan yang lebih diutamakan terlebih dahulu yang paling miskin.

“Apalagi hal ini sudah disarankan oleh Dinas Kesehatan untuk masyarakatnya harus memiliki jamban, Pada saat Musrenbang seluruh masyarakat setuju karena ini merupakan sekala prioritas yang dibutuhkan dan kita akan mengakomodirnya selagi dana desa tersebut memungkinkan,” ujarnya.

Walaupun dana desa ini dipergunakan untuk kepentingan masyarakat tapi masyarakat jangan sampai berpikir hanya untuk mengharapkankan bantuan saja. Dengan membangun rumah tetapi jambanya tidak menjadi proiritas karena menharapkan bantuan.

Maka dari itu sebaiknya masyarakat harus mempunyai kesadaran yang tinggi, apabila membangun runah harus menyiapkan dana untuk membuat jamban, Kalau itu terjadi maka Pemerintah Desa bisa menggunkan uang yang ada untuk membangun fasilitas desa untuk kemajuan desa. “Saya lihat itu merupakan kebiasaan masyarakat yang buruk, dengan berpikir cepat lebih enak membuang kotoran diair yang mengalir. Apalagi Seginim ini merupakan daerah yang mempunyai banyak aliran air yang mengalir, Kedepannya saya berharap kesadaran tersebut akan timbul,” tutup Jhon.(afa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *