Gran Max Remuk, Sopir dan Kernet Terjepit

Featured Seluma

RBO, SELUMA – Lakalantas terjadi di kawasan Bundaran Tugu Simpang Enam Tais pada Kamis (22/10) sekitar pukul 03.00 WIB. Mobil Pick Up jenis Daihatsu Gran Max bernopol BD 9858 H yang dikendalikan Andri (22) warga Desa Muara Betung, Kabupaten Lintang Sumatera Selatan dan kernetnya Didi (35) remuk.

Diduga mobil pengangkut ayam potong tersebut rusak berat setelah menabrak buntut truk yang biasa terparkir di bahu jalan untuk beristirahat. Minimnya saksi mata yang berada di lokasi membuat truk yang belum diketahui identitasnya, memilih kabur karena takut berurusan dengan hukum. Salah seorang warga, Zainal (50) pedagang di sekitar lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui persis kronologis kejadian dan truck yang terparkir di lokasi tak jauh dari lokasinya berjualan.

“Memang sempat terdengar suara benturan keras dan teriakan. Setelah itu, warga sekitar memberikan pertolongan dan sibuk mengeluarkan sopir dan kernet yang terjepit dengan cara membuka paksa pintu mobil dengan linggis,” kata Zainal, Kamis (22/10).

Saat itu, lawan mobil yang terlibat kecelakaan juga sudah menghilang. Oleh warga kedua korban sempat dilarikan ke RSUD Tais, namun karena luka berat yang dialaminya terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit M Yunus Kota Bengkulu.

Sementara itu, Petugas Lantas yang menerima informasi tersebut telah melakulan olah TKP. Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, kronologis kejadian bermula saat mobil Daihatsu Gran Max yang dikemudikan Andri, melaju dari arah Bengkulu menuju Manna. Namun pada saat di TKP, mobil grand max diduga mengantuk sehingga mobil melaju terlalu kekiri kemudian mobil, menabrak bagian belakang mobil Jenis truck warna merah yang saat itu sedang berhenti di sebelah kiri jalan dan identitasnya mobil serta pengemudinya tidak diketahui. Karena pada saat setelah terjadi benturan mobil jenis truck tersebut langsung melarikan diri.

“Dugaan sementara penyebab kecelakaan tersebut karena faktor kelalaian kedua pengemudi kendaraan Grandmax. Diduga pengemudi mobil Daihatsu Grandmax mengemudikan kendaraan dalam keadaan mengantuk sehingga mobil melaju terlalu kekiri. Sementara pengemudi mobil jenis truck yany identitasnya belum diketahui memarkirkan mobil masih termasuk di badan jalan,” ujar Kasat Lantas Polres Seluma, Iptu. Lilik Sucipto.

Dibagian lain, Pemilik mobil Gran Max dam keluarga korban menganggap kejadian tersebut adalah musibah dan mengakui kejadian tersebut kelalaian dari sopir. Pihak keluarga mobil Gran Max meminta kepada Kepolisian agar kendaraannya bisa di bawa pulang untuk diperbaiki. (0ne)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *