Sukses Program Mesjid 24 Jam, HM akan Terapkan se Provinsi

Featured Politik

RBO, BENGKULU – Salah satu dari 20 kunci bahagia pasangan Cagub dan Cawagub Helmi-Muslihan adalah mewujudkan rumah ibadah makmur 24 jam. Baik itu mesjid, gereja, vihara, pura, termasuk klenteng yang ada di Provinsi Bengkulu. Rumah ibadah makmur 24 jam ini sebenarnya sudah diterapkan oleh Helmi Hasan di Kota Bengkulu.
Sebagai pemimpin di Kota Bengkulu, Helmi telah mengeluarkan kebijakan agar seluruh mesjid di Kota Bengkulu buka 24 jam. Bila seluruh mesjid buka 24 jam, maka mesjid akan menjadi makmur karena bayak jemaah yang datang untuk salat dan melakukan ibadah lainnya termasuk kegiatan-kegiatan keagamaan.

Beberapa mesjid di Kota Bengkulu sudah ada yang makmur 24 jam karena dibuka 24 jam (tidak pernah ditutup). Beberapa diantaranya mesjid Agung At Taqwa Kelurahan Anggut, mesjid Baiturrahim Kelurahan Semarang, mesjid Nurul Ihsan di Kelurahan Tanjung Jaya dan lainnya.

Di mesjid yang makmur karena dibuka 24 jam ini juga disediakan minuman untuk jemaah, baik itu kopi, teh maupun minuman dingin. Bila Helmi-Muslihan jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, maka targetnya bukan hanya mesjid saja yang makmur, tetapi seluruh rumah ibadah se-Provinsi Bengkulu makmur.

Sebab Helmi yakin memakmurkan mesjid dan rumah-rumah ibadah itu kunci kebahagiaan sehingga ini dijadikan salah satu kunci bahagia versi Helmi-Dedy untuk mewujudkan Provinsi Bengkulu yang religius dan bahagia.

Keseriusan Helmi-Muslihan dalam memakmurkan rumah ibadah 24 jam selalu ia sampaikan di setiap kampanye di kabupaten.
Slamet Riadi (53), salah satu warga Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma mengungkapkan dukungannya. Menurut dia, percuma rumah ibadah banyak dibangun tetapi sepi.

“Katakanlah seperti mesjid, di Kabupaten Seluma ini saja berapa banyak mesjid yang dibangun. Tapi rata-rata jemaahnya tidak begitu banyak, kecuali salat Jumat. Nah kita sangat setuju dan berharap sekali seluruh rumah ibadah itu dibuka 24 jam seperti di Kota Bengkulu,” ujar Slamet.

Ia yakin, kalau Helmi-Muslihan terpilih maka akan lebih memperhatikan rumah-rumah ibadah. “Kita harap bukan hanya dimakmurkan dan dibuka 24 jam saja, tapi dibantu pembangunannya, fasilitas dan sarana prasarana lainnya. Mungkin ada mesjid yang belum dikeramik, atau belum selesai pembangunannya, agar dibantu oleh pemerintah,” kata Slamet.

Senada dikatakan Rinaldi (44), Warga Kabupaten Bengkulu Tengah yang sangat setuju dan mendukung sekali kalau seluruh rumah ibadah makmur 24 jam. Kalau itu terwujud, menurut dia akan tercipta masyarakat yang religius. Bila sudah religius, ia yakin masyarakat Provinsi Bengkulu akan bahagia dan makmur.

“Pak Helmi kan sering bilang, Allah akan memakmurkan masyarakat yang memakmurkan mesjid. Kami percaya itu. Seluruh rumah ibadah harus dimakmurkan, harus dibuka 24 jam. Bila perlu seluruh biaya listrik dan air di rumah ibadah itu pemerintah yang tanggung,” kata Rinaldi.

Selain mewujudkan rumah ibadah makmur 24 jam, Helmi – Muslihan juga punya program haji dan umrah gratis. Rinaldi berharap banyak warga, tokoh agama, imam, gharim, Da’i, pengurus masjid yang diberangkatkan haji atau umrah secara gratis. “Kalau itu kebaikan, kita aminkan saja dan kita dukung,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Helmi Hasan selalu mengimbau agar mesjid buka selama 24 jam. Sebagai bentuk komitmen dan keseriusannya untuk mewujudkan masyarakat yang religius dan bahagia, Helmi selaku Walikota Bengkulu membuat Surat Edaran Nomor 451/266/SE/B.III/2019 yang ditujukan kepada Dewan Masjid dan seluruh pengurus mesjid di Kota Bengkulu agar mesjid dibuka 24 jam.

Surat edaran ini dikeluarkan sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan keimanan masyarakat kepada Allah SWT. Selain itu dibukanya mesjid selama 24 Jam juga merupakan upaya dalam memakmurkan rumah ibadah.

“Untuk menumbuhkembangkan kecintaan umat Islam kepada mesjid sebagai tempat beribadah maka Pemerintah Kota Bengkulu dengan ini mengimbau agar mesjid yang ada di Kota Bengkulu buka selama 24 jam,” jelas Helmi.

Dia mengatakan banyak SPBU yang buka 24 jam, hotel 24 jam, pasar juga 24 jam. Karena itu, mesjid juga harus buka 24 jam dan dimakmurkan dengan ibadah-ibadah.

“Kepada seluruh adik sanak warga Kota Bengkulu mari kita makmurkan mesjid dan musala dengan buka 24 jam. Jangan sampai gunung didaki, lautan diseberangi tapi masjid dilewati,” ujar Helmi.

Ia menambahkan ada banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan di mesjid. Diantaranya: ta’lim wat ta’lum, dakwah ilallah, dzikir, ibadah dan khidmat. “Khususnya pada pagi dan sore hari, mesjid harus diisi dengan dzikir. Hidupkan salat-salat sunnah di masjid,” jelasnya.

Mesjid, menurutnya, harus jadi tempat yang nyaman. Para pengurusnya harus tersenyum dan ramah kepada pengunjung. “Sediakan makanan dan minuman terbaik di masjid, di rumah ada kulkas, di mesjid juga harus ada kulkas,” ungkapnya.

Salah satu mesjid yang buka 24 jam, yakni mesjid Baitur Rahim Kelurahan Semarang. Penjaga masjid Baitur Rahim, Fauzi (65) mengatakan dampak dan manfaat mesjid buka 24 jam sudah dirasakan oleh masyarakat.

“Dampak positifnya, kini jumlah jemaah yang datang untuk salat itu bertambah banyak. Tidak hanya jemaah salat Jumat tapi juga salat 5 waktu,” ucapnya.

Apalagi, jemaah yang salat di mesjid Baitur Rahim juga difasilitasi minuman dingin apabila merasa haus. Bahkan bisa membuat kopi dan teh tanpa harus membayar. Namun tertempel tulisan di dinding dekat kulkas bahwa teh, kopi dan minuman dingin cukup dibayar dengan Basmallah dan salawat nabi.

“Kalau dulu jumlah jemaah salat dzuhur, Asar dan Magrib paling banyak 10 orang. Kadang cuma 5 orang. Kalau sekarang, sejak mesjid buka 24 jam dan sejak ada fasilitas minuman dingin, kopi dan teh, jumlah jemaah yang salat paling sedikit 2 shaf,” ujar Fauzi.

Karena mesjid buka 24 jam, tetap ada aktivitas ibadah di dalam masjid pada malam hari. Biasanya orang yang datang adalah orang yang ingin melakukan I’tiqaf atau datang untuk sholat Tahajud.

“Masjid buka 24 jam ini benar-benar kelihatan dampak dan manfaatnya bagi masyarakat,” demikian Fauzi.

Jemaah yang datang ke Masjid Baitur Rahim, lanjut Fauzi tidak hanya warga sekitar namun juga warga dari luar seperti dari Kabupaten Bengkulu Tengah.
Efek lainnya, kini isi celengan masjid juga bertambah. Dulu sebelum mesjid buka 24 jam dan sebelum ada fasilitas air minum, biasanya isi celengan Rp 500 ribu perminggu. Sekarang sampai Rp 3 juta perminggu.

“Kalau salat Jumat banyak sekali jamaahnya sampai melimpah ke luar. Semua yang ngopi atau minum di sini biasanya orang-orang yang memang mau salat. Minuman ini juga berasal dari sumbangan orang. Kalau misalnya habis, ada-ada saja masyarakat yang datang mengantar air, kopi, dan teh. Kadang-kadang buah-buahan. Kita juga tidak tahu orangnya siapa,” demikian Fauzi.(**)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *