Karya Pelatihan Las Listrik BLK Mukomuko, Bikin Nagih Cuci Tangan

Featured Kesehatan Mukomuko

Oleh: Seno AM/RADAR BENGKULU

Pada masa pandemi Covid-19, kita diimbau untuk sering mencuci tangan. Bahkan, fasilitas cuci tangan wajib tersedia di depan rumah, pusat keramaian, tak terkecuali perkantoran baik swasta maupun pemerintahan. Cuci tangan menjadi salah satu cara mencegah penularan virus Corona.

Pada awalnya, perlu sedikit “alarm” yang ditanamkan dalam diri sendiri agar terbiasa mencuci tangan saat beraktivitas. Setelah terbiasa, lama-kelamaan mencuci tangan jadi membosankan. Sebab, fasilitas cuci tangan monoton, gitu-gitu aja.

Tapi beruntung, berkat karya anak Balai Latihan Kerja Kabupaten Mukomuko, mencuci tangan tidak lagi membosankan. Malah sekarang bikin nagih. Itu berkat keunikan peralatan yang diciptakan oleh anak-anak Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan, dan Tenaga Kerja (DPMPPTK) Kabupaten Mukomuko. Berikut liputannya.

Sebagai Jurnalis, tidak ada kata bebas tugas meski di tengah bencana non alam virus Corona. Berbagai informasi harus tetap sampai ke publik, khususnya perkembangan tentang Pandemi Covid-19. Walaupun sudah mencoba memanfaatkan teknologi yang ada saat sekarang ini.

Terjun langsung ke lapangan masih menjadi rutinitas saya sehari-hari. Naik turun Kantor OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk mencari dan menggali informasi yang bakal disajikan menjadi berita.

Seperti sudah disampaikan sebelumnya, mencuci tangan jadi “ritual” wajib sebelum masuk dinas dan menemui narasumber. Keluar kantor pun demikian, cuci tangan lagi.
Di setiap kantor OPD dan kantor instansi vertikal di Kabupaten Mukomuko memang sudah tersedia fasilitas cuci tangan. Tapi ada saja yang mengganggu prosesi membersihkan tangan ini. Kadang air yang tersedia habis, kadang ketemu keran yang keras atau susah diputar, lebih susah lagi dipelintir karena tangkai keran licin belumer belas sabun dari tangan pencuci tangan sebelumnya. Inilah kandang membuat saya kezel (pakai ‘z’ karena saking kesalnya). Kondisi ini membuat perasaan malas cuci tangan muncul.

Beruntung, pada Bulan Agustus 2020 lalu, ada inovasi mencuci tangan baru yang diciptakan peserta pelatihan BLK Mukomuko jurusan las listrik. Saya jadi “merdeka” dari kepayahan mencuci tangan selama ini. Dan saya yakin para “wajib cuci tangan” yang lain juga turut dimanjakan oleh alat karya putra-putra Mukomuko ini.
Alat yang dibuat oleh peserta pelatihan BLK Mukomuko ini sekaligus mendukung tata cara mencuci tangan yang baik, yaitu dengan sebisa mungkin tidak menyentuh keran air maupun botol sabun.

Lalu bagaimana cara kerja alat ini?

Dijelaskan Kepala DPMPPTK Mukomuko, Edi Kasman, SH, melalui Kepala UPTD BLK Mukomuko, Firdaus, A.Md alat ini berbentuk rak yang dibuat dari rangkaian besi-besi, dengan total ketinggian sekitar 170 cm, lebar menyamping 40 cm dan lebar kebelakang sekitar 60 cm. Di bagian depannya, sekitar setinggi perut orang dewasa, sudah terpasang wastafel. Di atas tengah wastafel, sudah ada keran air. Di samping kanan keran, ada tempat botol sabun dan samping kiri, ada wadah tisu.

Letak keunikan alat ini, ada tuas besi yang menghubungkan keran dengan pedal di bagian bawah alat. Pedal yang mirip dengan pedal gas mobil ini, fungsinya membuka keran dengan tidak menyentuhnya dengan tangan. Caranya, tinggal injak pedal yang bertulisan air, secara otomatis air akan keluar dari keran. (Keran yang digunakan keran buka dengan naik atau turun, bukan keran putar)

Tidak hanya keran air, botol sabun pun juga terhubung ke pedal yang posisinya sejajar dengan pedal air. Supaya tidak salah injak, sudah dilengkapi dengan petunjuk bertuliskan “sabun”. Sama seperti pedal air, tinggal injak pedal-nya, sabun akan keluar, dan letakkan tangan di mulut botol sabun. Ritual cuci tangan bisa dilakukan dengan praktis.

Selesai mencuci, keringkan tangan dengan tisu yang tersedia di tempatnya. Jangan lupa buang bekas tisu di tong sampah yang telah disediakan. Cuci tangan selesai. Tapi jangan buru-buru beranjak dulu. Sebab, di alat tersebut sudah tersedia cermin cukup besar berukuran sekitar 40 cm x 45 cm. Cermin yang tersedia itu, lebih dari cukup untuk berkaca merapikan masker, rambut ataupun memoles kembali makeup bagi kaum hawa.

Kalau ada yang belum paham tata cara mencuci tangan yang baik, tenang. Di cermin sudah ditempel stiker langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

“Ini berkat ide kreatif dari peserta pelatihan kejuruan las listrik pak, supaya kita bisa mencuci tangan tanpa menyentuh keran air, walaupun semua masih menggunakan proses manual (diinjak). Tapi setidaknya, kita berharap dengan alat ini, bisa meningkatkan kesadaran mencuci tangan dalam upaya mencegah penularan Covid-19,” ujar Firdaus.

Pengakuan Pemakai

Rika Aplena, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di DPMPPTK Mukomuko mengaku terbantu dengan adanya alat cuci tangan ini di kantornya. Sebelumnya, ungkap dia, fasilitas cuci tangan di kantornya hanya disediakan ember berkeran di depan teras tanpa naungan atap. “Kadang malas cuci tangan kalau siang hari, panas soalnya,” kata ASN tersebut.

Ia mengakui, setelah ada fasilitas cuci tangan dari BLK ini, ritual cuci tangannya jadi praktis. Dan yang penting lagi, tempatnya sudah di teras kantor, tidak lagi panas-panasan. Meski di atas teras, tidak membuat becek lantai teras kantor, karena pembuangan air disambung dari wastafel ke saluran air menggunakan selang.

“Saya merasakan sangat efektif. Apalagi kantor kami ini juga melayani perizinan, banyak orang yang datang, cocok sekali ada alat ini,” demikian Rika.

Sayangnya, alat ini belum diproduksi dalam jumlah banyak. Baru empat unit saja yang diselesaikan. Alat ini bisa kita jumpai, diantaranya di Kantor Bupati dan Dinas PMPPTK Kabupaten Mukomuko.

“Memang untuk sementara belum diproduksi masal. Alat ini kemarin dibuat bagian dari pelatihan yang diselenggarakan Pemkab Mukomuko melalui UPTD BLK khususnya jurusan las listrik. Kendati demikian, kami dari BLK mengapresiasi karya kreatif peserta pelatihan ini,” demikian Firdaus.

Walaupun belum diproduksi banyak bagi yang berminat dengan alat ini bisa langsung memesan dengan pihak BLK Mukomuko. Untuk harganya sendiri berkisaran Rp 1,5 juta per unit. “Harga segitu sudah siap pakai,” terang Instruktur las listrik UPTD BLK Mukomuko, Sudarto, ST. ketika dihubungi.

Alat cuci tangan kreatif ini tentu masih bisa dikembangkan lagi. Para kreator bidang las bisa saja menerapkan inovasi baru, agar mencuci tangan semakin mengasikan. Misalkan saja, rak cuci tangan ini disatukan atau satu rangkai dengan rak bunga/tanaman hias. Bayangkan saat kita cuci tangan, di kiri dan kanan kita, ada pemandangan tanaman yang syantik-syantik. Bukan saja tangan yang bebas virus dan kuman, pikiran juga bisa terbebas dari segala macam pikiran yang bikin ruwet.

Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan agar kedisiplinan terhadap protokol kesehatan di tengah masyarakat meningkat. Sosialisasi telah dilakukan. Belum lagi, pemerintah, mulai dari pusat sampai daerah telah menerbitkan payung hukum tentang tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai pencegahan dan pengendalian Covid-19. Akan tetapi, masih saja banyak yang belum melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) yang jadi standar dari protokol kesehatan.

Ide kreatif dari peserta pelatihan BLK Mukomuko ini, setidaknya bisa mendongkrak keinginan kita untuk mencuci tangan, yang merupakan satu item dari protokol kesehatan. Alat yang dibuat oleh anak BLK Mukomuko ini memang membuat kita tidak bosan mencuci tangan. Karya ini bikin nagih kita untuk rutin mencuci tangan.

Terakhir, semoga saja pandemi Covid-19 ini bisa segera diatasi. Sebelum ada vaksin dari virus asal Wuhan Cina ini, jadikanlah “3M” sebagai “vaksin” untuk sementara waktu. Salam Sehat!.

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *