ASN Dilarang Tambah Libur, Awasi Kerumunan Massa

Featured Pemda Provinsi

RBO >>>  BENGKULU >>>  Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto  mengatakan, seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemda Provinsi Bengkulu agar tidak tambah libur. Selain itu diimbau dalam libur panjang di akhir bulan Oktober ini tidak menimbulkan kerumunan massa karena dapat berpotensi penyebaran covid -19.

“Saya minta ASN, khususnya di lingkup Pemprov Bengkulu, pada libur cuti bersama sebaiknya tinggal di rumah saja dan sebaiknya tidak melakukan perjalanan yang menimbulkan kerumunan massa. Saya minta imbauan ini dapat dipatuhi ASN di lingkup Pemprov Bengkulu,” ujarnya kepada radarbengkuluonline.com Kamis (29/10) kemarin.

Gotri Suyanto juga meminta ASN tidak diperbolehkan libur sebelum tanggal yang ditetapkan untuk cuti bersama. Bagi ASN yang melanggar imbauan tersebut, nanti akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita tidak main-main. ASN Pemprov Bengkulu yang melanggar disiplin PNS dan protokol kesehatan, akan kita berikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Jadi, saya minta imbauan ini benar-benar dipatuhi oleh ASN di Bengkulu, khususnya ASN pemprov setempat,” tegas Gotri.

Untuk menekan kasus Covid-19 di Bengkulu, khususnya pada saat libur panjang akhir Oktober ini, Pemprov meminta pelaku usaha pariwisata di daerah ini untuk membuat standar operasional prosedur (SOP) dengan membatasi kapasitas jumlah pengunjung dalam setiap tempat wisata.

“Sesuai protokol kesehatan (Prokes), setiap tempat wisata hanya boleh dikunjungi 50 persen dari kapasitas yang tersedia. Sehingga tidak terjadi kerumunan massa dalam jumlah banyak di setiap lokasi objek wisata,” tambahnya.

Selain itu, selama berada ditempat wisata, para pengunjung diminta menerapkan gerakan 3 M. Yakni mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak, serta tidak berkerumun dengan orang banyak.

“Kita minta ketentuan ini dapat diterapkan oleh pelaku pariwisata di Bengkulu terhadap para pengunjung tempat wisata pada saat libur panjang nanti. Sehingga kerumunan massa di tempat wisata dapat dicegah dan tidak terjadi penularan virus corona di tempat wisata,” sampainya. (Bro)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *