Panitia “Sedasi Fest” Mohon Maaf Soal Kerumunan Massa

Featured Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Adanya video beredar terkait konser musik yang tidak mematuhi protokol kesehatan ditanggapi oleh pihak RVN Manajemen. Dimana sebelumnya pihak Polres Bengkulu mendatangi acara Sedasi Fest Kamis (19/11) di Taman Budaya.

Disampaikan oleh Oka Hendra Saputera Project Official Sedasi Fest pihaknya terpaksa memberhentikan kegiatan berlangsung karena adanya saran dari pihak Polres Bengkulu. “Sebenarnya itu tidak dibubarkan kegiatan tersebut, namun kita berinisiatif untuk memberhentikan,” ujarnya kemarin saat memberikan klarifikasi Jumat (20/11).

Pihaknya juga menerima pertimbangan agar terpaksa menutup acara tersebut. Selain itu, pihaknya juga sudah diperiksa oleh Polres Bengkulu karena tersebarnya video yang diduga tidak menerapkan prokes (protokol kesehatan.red) atas petunjukan seni musik. Selain itu menurut Oka sebenarnya video yang tersebar itu merupakan petunjukan seni musik dari mahasiswa swasta di Bengkulu itu menjadi bintang tamu dalam acara tersebut. Pihak panitia pun tidak dapat memendung animo pengunjung yang ramai.

“Atas pertimbangan dari beberapa pihak terpaksa kami memberhentikan kegiatan tersebut. Sebenarnya acaranya berlangsung pada Hari Rabu, Kamis dan hari ini (Jumat.red) penutup. Direncanakan ini kegiatan akan malam, namun tidak kita gelar lagi. Sebenarnya kita tidak dapat memendung animo mahasiswa dari kampus yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kami juga dari panitia sedasi fest memohon maaf terhadap masyarakat atas kejadian kemarin, atas dasar itu pihak panitia untuk memberhentikan acara tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Direktur RVN Manajemen Ferry Setiawan mengatakan dalam kegiatan Sedasi Fest ini merupakan ajang kreatif anak muda yang terdampak kondisi covid -19 saat ini. Bukan hanya sebagai ajang hiburan saja, namun juga ada sesi edukasi yang diberikan. Seperti menampilkan 10 band indie, selain itu mempromosikan konten kreator film pendek dari Bengkulu sendiri.

Ferri juga menyayangkan adanya kerumunan massa yang terjadi. Menurutnya, acara tersebut berlangsung di out door saat petunjukan seni musik penutupan dari mahasiswa.

“Sama seperti disampaikan rekan Oka, saya meminta maaf atas kejadian kemarin itu. Kita sudah menerapkan protokol kesehatan baik masker, handsanitizer dan menggunakan termo gun. Selain itu ada panitia yang juga menyeleksi untuk masuk dalam ruangan,” pungkasnya. (Bro)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *