Pencairan Dana BOS di Kota Masih Rendah

Featured Pemda Provinsi

RBO >>>  BENGKULU >>>  Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pebendaharaan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputera mengatakan, hingga saat ini pencairan dana Bantuan Operasi Sekolah masih di bawah rata-rata. Saluran bantuan ini tersebar di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Luar Biasa.

Ia mengatakan, walaupun sudah disalurkan dengan persentase sebesar 90,1 persen, namun dalam realisasi pencairan masih rendah. Dimana pagu dana BOS ini sebesar Rp 464,2 miliar dengan penyaluran sebesar Rp 418,16 miliar. Namun yang direalisasikan baru sebesar 23,5 persen.

Dari data tersebut, tertinggi dalam pencairan di Kabupaten Kepahiang sebesar 56,6 persen dengan dana Rp 11,131 miliar. Kemudian daerah yang terkecil dengan realisasinya berada di daerah Kota Bengkulu dengan persentase 14,0 persen atau baru sebesar Rp 8,147 miliar.

“Terhitung dalam bulan November ini masih rendah. Kalau dalam penyalurannya sudah mencapai 90,1 persen. Ada beberapa daerah yang memang belum besar dalam melakukan pencairan,” teranganya kepada radarbengkuluonline.com  Minggu (22/11) tadi.

Adanya hal ini Ismed mengaku, masih rendahnya pencairan dana BOS ini dimungkinkan karena terlambatnya penyampaian laporan. Atau bisa saja, dana BOS ada yang sudah terpakai, namun belum menyampaikan laporan.

“Kalau lihat dari data tadi memang masih banyak sekolah yang belum mencairkan dana BOS. Bisa jadi terlambatnya laporan, atau memang sudah dipakai, namun belum membuat laporan,” tambahnya.

Ismed juga berharap agar dana BOS ini terus digenjot guna membantu para siswa yang ada. “Tentu kami berharap pihak sekolah  segera mencairkan dana BOS ini. Karena dana ini sangat dibutuhkan. Apalagi ditengah pandemi sekarang. Aturan juga memperbolehkan dana BOS digunakan untuk menunjang fasilitas pencegahan Covid -19, seperti membeli handsanitizer, masker dan lain lainnya” tutupnya. (Bro)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *