Verifikasi Pembanguan Fisik Desa Padang Lebar Sukses

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Pj Kepala Desa Padang Lebar Giswanto, Amd mengucap terimakasih kepada seluruh pendamping, Kadun, Babinsa yang sudah menyukseskan verifikasi pembangunan fisik di Desa Padang Lebar. “Semoga dengan apa yang sudah kita bangun bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Apalagi jalan yang dibuat itu sebagai jalan central produksi sekaligus untuk perluasan desa. Dengan begitu kami mengharapakan pembanguanan jalan lapen, Plat Deker dan siring pasang sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama,” kata Giswanto di Aula Desa, Kamis(03/12).
Dengan catatan seluruh masyarakat harus mempunyai mental membangun sehingga apa yang sudah dibangun oleh pemerintah bisa dijaga bersama. “Semoga apa yang di bangun oleh desa bisa diterima oleh seluruh masyarakat. Karena tidak lain pembanguanan ini tujuannya mensejahtrakan kehidupan masyarakat itu sendiri,” ujar dia
Danramil Pino, Kapten. Inf. Widodo melalui Babinsa Serda, Elvin Alpasino mengatakan verifikasi ini yang terpenting bisa diterima oleh masyarakat, yang nantinya dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri. “Untuk itu, kita sebagai masyarakat bisa menjaga dan memelihara pembanguan yang sudah kita bangun, Sehingga bukan hanaya kita yang dapat merasakan manfaatnya melainkan generasi selanjutnya bisa juga merasakan,” harap Elvin.
Kepala Kecamatan Pino, Surahman, S.Sos. M.Kes melalui Kasi PMD Kecamatan, Nengsi Wartini,S.Hut bahwa verifikasi ini merupakan unsur penilaian hasil yang sudah di kerjakan, apakah sesuai dengan RAP yang sudah disepakati bersama. “Semoga pembangunan ini berdayaguna sesuai dengan apa yang kita harapkan baik itu pembuatan Plat Deker, Jalan lapen dan siring pasang bisa digunakan untuk kepentingan seluruh masyarakat, dan dijaga. Karena pembangunan fisik ini cukup memakan dana yang besar dari Dana Desa,” jelas Nengsi.
Pendamping Teknik Insfrastruktur Desa Rizal Antoni mengatakan apa yang dibangun ini sesuai dengan harapan bersama dengan panjang pembuatan jalan lapen sepanjang 1.011 meter lebar 3 meter, siring pasang 140 meter,,plat deker 1 kali 5 meter
“Sebagai pendamping kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Walupun faktanya ada selisih panjang 998 Meter dan lebar 3,2 Meter. Kalau dilihat kekurangan panjang jalan selisih 15 meter,. hal itu dikarenakan karena pembuatan jalan disampai ke ujung sungai dan alat berat merasa takut untuk mengilingnya, takut terjadi lonsor karena beban yang berat. Tetapi kalau kita lihat secara umum dengan menghitung volume pembangunan itu sudah sesuai,” kata Ical panggilan akrabnya.
Ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan(PPHP) Yahun mengatakan semoga masyarakat bisa memahami apa yang sudah dibangun oleh Pemerintahan Desa sehingga kedepannya tidak terjadi presepsi yang tidak memicu keributan. “Contoh kecil saja dalam pembangunan jalan aspal, banyak jenisnya jenis pengaspalnnya, ada aspal curah, adau Hotmix dan sebagainya. Jangan sampai masyarakat berprasangka dengan uang segitu bisa membangun seperti yang dinginkan seperti jalan protokol, Tetapi harus dilihat dari anggran yang dimiliki Desa. Jangan sampai ada prasangka saya sebagai ketua menerima uang ataupun suap, bagi masyarakat yang tidak mengerti jangan pernah berbicara yang tidak sesuai dengan faktanya karena akan memancing kericuhan,” tutup Yuhan.(afa)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *