Empat Prioritas Musrenbangdes 2022 Desa Ketaping

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Pj Kepala Desa Ketaping, Khamarsyah melalui Kasi Pemerintahan Kurimanto mengatakan saat ini ada tiga prioritas pada MusrenbangDes 2022 Desa Ketaping. Saat ini sangat dibutuhkan untuk direalisasikan segera.

“Prioritas yang kami usulkan yaitu pengadaan bak sampah, Pengerukan Tebat, Jalan menuju kantor desa, Serta pembuatan Dam pinggir pantai ataupun semacam bronjong pinggir pantai agar tidak terjadinya abrasi,”Ungkap Kirimanto di Kantor Desa Sabtu (16/01).

Karena saat ini untuk tempat pembuangan sampah di Desa Ketaping saat ini belum ada, Sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan dipinggir tebat, Untuk itu Tong sampah sangat dibutuhkan sehingga masyarakat bisa membuat sampah rumah tangganya kesatu tempat, dan meminta juga kepada Pemerintah untuk langsung mebuangnya. Karena sampah ini tadi imbasnya kepermasalahan tebat, Sehingga hal ini menjadi usulan prioritas untuk pengerokan tebat karena saat ini tebat tersebut sudah dangkal dan airnya semakin dikit. Selain sampah hal ini juga diakibatkan karena pendataran tanah untuk pembuatan prumnas sehingga tanahnya jatuh kedalam tebat akibat terkikis air hujan.

“Akibat pendangkalan tebat itu, masyarakat yang mempunyai sawah mulai mengalih fungsikan lahannya seperti menanam sawit dan jagung, Karena untuk persawahan airnya tidak mencukupi, Kalau hanya mengandalkan curah hujan para petani akan merasa rugi, pada saat cuaca panas airnya akan mengering, Sekaligus untuk pembuatan beton tebat sehingga air yang masuk tidak lagi kemana – mana,” jelasnya.

Begitu juga dengan jalan menuju kantor Desa yang sering disebut jalan kebun niyur dengan panjang 1,5 kilo meter milik Kabupaten dan 2,5 kilo meter jalan Provinsi, saat ini menjadi usulan masyarakat karena jalan ini sudah tidak layak untuk dilalui. Sedangkan pengusulannya sudah hampir sepuluh tahun yang lalu tetapi sampai saat ini belum kunjung diperbaiki. Sedang jalan ini merupakan jalan tembus penghubung antar dusun.

Yang terakhir pembuatan Dam pinggir pantai agar setiap tahunnya tidak terjadi abrasi. Kalau menurut hitungan kira – kitra setiap tahunnya terjadi abrasi mencapai 50 hektar pertahun, Sepanjang Pantai Ketaping saja belum lagi sampai kalau dihitung dari Desa Terulung, Bengkenang, sampai Manggul.

“Untuk saat persawahan yang ada di Desa Ketaping ini masih ada sekitar 200 Hektar, Kalau hal ini dibiarkan dalam jangka waktu lima tahun kedepan ada kemungkinan persawahan masyarakat akan habis akibat terjadinya abrasi. Bahkan dari beberapa desa yang berdekatan dengan Ketaping dimulai tahun 2018 kami sudah bekerjasama antar desa dalam pengusulan Dam ini,” Pungkas Kurimanto.(afa)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.