SMKN 4 Kota Bengkulu Terapkan Program GSM

Featured Pendidikan

RBO >>>  BENGKULU >>>  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kota Bengkulu menerapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Ini merupakan sebuah program pembelajaran inovatif. Pembelajaran tersebut bertujuan, untuk melakukan transformasi pola pendidikan formal menjadi lebih kolaboratif, inklusif, dan mendorong kemampuan diri siswa. “GSM ini merumuskan konsep sekolah masa depan. Yakni sekolah menyenangkan. Yang memberi ruang tumbuhnya keunikan potensi setiap anak,” kata Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu, Dr. Paidi, M. TPd kepada radarbengkuluonline.com , Minggu (17/1).

Selain itu, ada tiga aspek dasar keterampilan manusia era digital yang dicoba dan dibangun melalui program GSM ini. Pertama, pola pikir terbuka. Kedua, kompetensi abad 21 berupa berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif dalam menemukan cara mengatasi masalah. Ketiga, karakter moral dan etos kerja.

“Untuk memulai program GSM ini, kami menyediakan wifi gratis di lingkungan SMKN 4, yang nantinya dapat diakses oleh semua siswa dan guru untuk menunjang kegiatan Pembelajran Jarak Jauh (PJJ), ditengah pandemi Covid-19. Bukan hanya itu, sekolah akan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah guna menunjang semua kegiatan, dan nantinya akan menciptakan suasana sekolah yang menyenagkan. Indikator keberhasilannya, untuk program baru ini akan dibuat sederhana terlebih dahulu. Ini ditandai dengan guru datang cepat dan pulang lama. Sekolah itu menandakan telah terjadi hal yang menyenangkan di sekolah, begitu pula siswa,” terangnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Paidi, program GSM ini merupakan bagian fokus dari pengembangan SDM, agar merubah tatanan ruang kelas menjadi lebih berkarakter dan suportif. Sehingga mendorong potensi dan keunikan yang dimiliki setiap peserta didik.

“Harapan kami dengan adanya program GSM, akan mendorong anak-anak menjadi lebih aktif dalam belajar, lebih percaya diri, dan mulai tumbuh sikap tanggung jawab terhadap apa yang menjadi tugas di sekolah. Rasa saling percaya, dan visi searah antara guru dan orangtua mendorong siswa menyadari peran menimba ilmu yang penting bagi kehidupan di masa depan,” tutupnya. (ach)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.