Mahasiswa Dehasen Manjat Bukit Cari Sinyal

Featured Pendidikan

RBO >>> BENGKULU >>>  Semenjak pandemik Virus Corona,  pendidikan yang ada di Bengkulu tetap jalan. Demikian juga halnya dengan pendidikan di Universitas Dehasen Bengkulu. Meskipun kuliah tatap muka dihentikan karena terjadinya virus corona yang melanda dunia saat ini, mahasiswa menjalani pendidikan secara daring atau online.

”Perkuliahan online ini sudah dilakukan Universitas Dehasen sejak awal bulan di tahun 2020 karena terjadi virus ini. Sedangkan kuliah tatap muka kita hentikan semuanya,” ujar  salah seorang dosen Fakultas Ilmu Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Dehasen Bengkulu, Nini Kurnia Ningsing (38) saat dihubungi radarben gkuluonline.com di kampus Dehasen tadi siang (19/1).

Didalam pelajaran darling/online, lanjutnya,  ini tidak ada yang membatasi. Karena, sudah ada fasilitas yang  disediakan kampus. Seperti zoom pada saat pembelajaran darling. Disini dibuat kelas untuk melakukan kegiatan pembelajarannya.

Menurut Nini Kurnia Ningsi,  kuliah online ini sangat baik. Setiap hari mahasiswa masuk kuliah. ”Karena kan kuliah online ini hanya di rumah saja.  Nggak seperti offline, yang pagi harus bangun untuk melakukan kuliah. Mahasiswa bisa menggunakan hp nya bukan untuk game saja.Tetapi untuk kuliah juga. Hanya saja, terkadang memang ada kendala. Yaitu sinyal. Sinyal di tempat tinggal mahasiswa yang sudah pulang ke daerahnya itu kurang bagus. Sehingga sedikit agak sulit mahasiswa mengikuti perkuliahan.”

Ia juga mengatakan bahwa  mahasiswanya sendiri selama ini sudah mengikuti perkuliah online ini. ”Mahasiswa sudah mengikuti apa yang sudah dijalankan oleh kampusnya. Karena kita lihat keadaan yang sedang terjadi di Indonesia ini  semakin menjadi.   Virus ini nampaknya belum ada tanda-tanda akan berhenti.”

Yogi Arman Surgiarto (23), salah seorang Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Dehasen mengatakan bahwa kampus tempat dia menimba ilmu selama Covid-19 ini memang sudah menerapkan kuliah secara daring. Ia dan temannya yang lain sudah menjalani. Mahasiswa juga sudah dapat kuota yang telah difasilitasi oleh kampus untuk melakukan kegiatan perkuliahan selama dikartina di rumah agar mahasiswa juga tidak bingung lagi untuk kuliah.

”Tetapi, kadang juga sangat susah jika tidak dapat sinyal. Seperti saya yang tinggal di daerah Seluma, sudah sekali belajar jika tidak dapat sinyal sama sekali.”

Lebih lanjut dikatakan, mahasiswa lebih suka kuliah tatap muka. Karena, lebih jelas dan mudah. Gampang untuk bertanya kepada  dosen dan dosen lebih jelas  memberi informasi kepada mahasiswa dan bisa timbalik untuk bertanya terhadap dosennya.

”Suka duka sebagai mahasiswa selama kuliah online ini, iya seperti pada saat kuliah sinyanya jelek. Kita harus mencari bukit untuk mendapatkan sinyal agar dapat sinyal yang bagus dan bisa melakukan pembelajaran yang baik pada saat perkuliah online tersebut,” ujar Yogi  kepada radarbengkuluonline.com tadi siang.

Sebagai mahasiswa, saya berharap semoga virus corona ini cepat berlalu dan mahasiswa bisa melakukan kegiatan seperti biasa dan bisa kuliah seperti biasa dan lancar selalu.(M-2)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.