Ini Dia Inovasi Baru dari RSUD Harapan dan Doa Kota Bengkulu

Featured Kesehatan

RBO >>> BENGKULU >>>  dr Lista Cerlyviera selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan dan Doa, Rabu (27/1) jadi bintang tamu dalam acara Berbagi Inspirasi Untuk Semua (BIUS), yakni salah satu program acara HDTV Dinas Kominfo Pemerintah Kota Bengkulu.

Tema yang jadi bahan obrolan dalam talk show bersama Host Hendri Lukito alias Buyung Bontal adalah mengenai 7 Tahun Kiprah Rumah Sakit Harapan dan Doa di bawah kepemimpinan seorang dr.Lista.

Talkshow kali ini adalah episode yang ke-4. Tayangan dari acara ini juga dapat ditonton di channel YouTube HDTV Kota Bengkulu. Jangan lupa juga untuk Subscribe, komen, like dan share agar semakin banyak masyarakat yang mendapat inspirasi dan informasi-informasi menarik.

dr Lista yang akrab dengan sapaan Bunda menceritakan kembali (flashback) tentang RSUD Harapan dan Doa. Ia mengatakan perkembangan RSUD yang begitu pesat dengan inovasi-inovasi yang dilahirkan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dulu, kata Lista, diawal-awal RSUD Harapan dan Doa hanya mempunyai 10 tempat tidur dengan tenaga kesehatan yang masih kurang karena kurang peminatnya.

Namun dengan komitmen dan semangat yang luar biasa serta dukungan dari Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi, RSUD Harapan dan Doa bisa bangkit. RSUD Harapan dan Doa dalam 7 tahun sudah sangat berkembang.

Ini, kata Lista tidak lepas dari support yang terus diberikan oleh pimpinan (walikota). “Apa yang kami usulkan, yang kami inginkan, dan semua inovasi-inovasi yang kami buat selalu disambut baik dan sangat disupport oleh Walikota Bengkulu.”

Secara umur, memang RSUD Harapan dan Doa baru berusia 7 tahun. Tapi banyak RS dari daerah lain yang datang berkonsultasi, sharing ke RSUD Harapan dan Doa. Bahkan RSUD Harapan dan Doa menjadi rujukan.

“Hadirnya RSUD Harapan dan Doa menjadi salah satu bukti bahwa Walikota ingin membahagiakan masyarakat. Siapapun yang sakit, tanpa pandang bulu akan diterima di RSHD untuk dirawat. Tidak boleh menolak pasien, siapapun yang datang,” ujar Lista.

Lista melanjutkan, salah satu inovasi yang telah dikakukan di RSHD yang membedakan dengan RS lain adalah adanya pelayanan keramas gratis.

“Sebelum pasien pulang, kita berikan layanan salon gratis agar mereka pulang ke rumah benar-benar fresh. Di kelas 3 kita juga memberikan makan kepada pasien yang kurang mampu. Kemudian ada inovasi baru lagi, yakni pasien-pasien yang penyakit kronis akan kita siapkan catering. Kita juga sediakan laundry untuk keluarga pasien yang menjaga dengan harga sangat terjangkau.” (ae3/rsm)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.