Insentif Nakes RSMY Terancam Lambat Cair

Featured Pemda Provinsi

Edwar Samsi: Kita Minta Jemput Bola Agar Segera Cair

RBO >>>  BENGKULU >>>  Hingga awal Maret tahun 2021 ini, insentif untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah Sakit M Yunus (RSMY ) Bengkulu yang merawat pasien Covid-19 belum juga cair. Bahkan ada indikasi insentif tersebut terancam belum bisa cair dalam waktu dekat.

“Tadi saya baru saja menghubungi Kepala BPKAD Provinsi. Beliau mengatakan bahwa prosesnya masih belum tuntas. Sebab itu, saya minta agar pihak terkait, BPKAD maupun Biro Hukum Pemda Provinsi jemput bola guna menyelesaikan proses administrasi dana insentif yang semestinya sudah dicairkan sejak lama,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu Edwar Samsi S.Ip, MM kepada radarbengkuluonline.com  Senin (1/3).

Menurut Edwar, semestinya untuk dana bagi para pelayan kesehatan itu bisa menjadi prioritas bagi pemerintah daerah. “Jangan sampai ditunda-tunda. Sebab Nakes ini merupakan garda terdepan untuk melawan Covid-19. Bulan lalu dijanjikan dicairkan dalam waktu satu bulan. Namun hingga habis Februari belum juga cair. Sebaiknya jemput bola dan telusuri dimana terhambatnya pencairan tersebut,” kata Edwar.

Dilain pihak, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Drs Gunadi Yunir MM menambahkan, diakui bahwa dana insentif Nakes itu memang belum cair. Namun dia meminta sebaiknya para Nakes bisa bersabar, sembari pihak terkait memproses pencairannya. “Ya memang insentif Nakes hingga saat ini belum dibayarkan. Namun kita mengharapkan agar Nakes tidak mogok kerja menangani Covid-19, seperti yang mereka sampaikan sebelumnya,” kata Gunadi.

Menurut Gunadi, memang sebelumnya dari pertemuan Pihak Eksekutif dan Legislatif bersama para Nakes, pihak eksekutif menjanjikan membayarkan insentif paling lambat pada akhir bulan Februari. Namun kenyataanya hingga Awal Maret ini insentif belum juga dibayarkan.

“Terkait hal ini kita sudah menghubungi pak Gubernur. Jawaban Gubernur, bukan hanya insentif Nakes yang belum dibayarkan, melainkan insentif-insentif di OPD lain hingga saat ini juga belum ada yang dibayarkan. Ya, jadi pada prinsipnya kita harus sedikit bersabar,” terang politisi PPP ini.

Menurut Gunadi, berbeda jika insentif di OPD lain sudah dibayarkan, namun insentif Nakes belum. Akan tetapi pada kenyataanya memang semua insentif di seluruh OPD belum dibayarkan.

“Kita tunggu saja dalam satu atau dua hari kedepan. Jika belum juga maka kita akan panggil lagi OPD terkait untuk kembali mempertanyakan apa kendalanya, sehingga itu belum juga dibayarkan,” ujarnya.

Sementara itu, jika kedepan Nakes kembali akan melaksanakan aksi terkait belum juga dibayarkannya insentif Nakes tersebut, menurut Gunadi itu hal yang biasa. “Kalau misal ada protes lagi, silakan saja. Kita kan Negara demokrasi. Yang jelas kita mengimbau untuk bersabar dulu. Anggarannya itu kan sudah ada, kita tunggu saja. Mungkin dalam beberapa hari ini dibayarkan,” tutupnya. (idn)

BERBAGI: