Dewan Provinsi Heran, Solar Kok Langka di Provinsi Bengkulu?

Ekonomi & Bisnis Featured

Yurman: Tugas Gub Atasi Kelangkaan BBM

RBO >>>  BENGKULU >>>  Anggota Dewan Provinsi Bengkulu, H. Yurman Hamedi S.IP, MM merasa sangat heran dengan kondisi kelangkaan BBM jenis solar di Provinsi Bengkulu. Bahkan persoalan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di Bengkulu ini selalu terjadi setiap tahunnya. Padahal di Provinsi lain tidak demikian.

“Jadi begini. Menyikapi krisis solar di Bengkulu ini, banyak pertanyaan yang muncul. Kalau ibarat penyakit langkanya solar di Bengkulu ini merupakan penyakit kronis dan menahun, tidak sembuh-sembuh. Jangan-jangan akibat kelangkaan BBM jenis solar ini yang ikut menjadikan Bengkulu menjadi daerah termiskin kedua di Sumatera,” ungkap Yurman Hamedi kepada radarbengkuluonline.com  Selasa (2/3).

Dijelaskan oleh Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu yang juga anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu ini, dari pantauan mereka selaku wakil rakyat di beberapa daerah lainnya di Sumatera, seperti Lampung, Jambi, Sumbar dan Sumsel itu tidak ditemukan kondisi panjangnya antrean kendaraan di SPBU guna mendapatkan solar.

“Tapi ini kok di Bengkulu terus. Bahkan sering terjadi antrean sangat panjang di SPBU. Kalau di daerah lain diluar Bengkulu, bahkan petugas SPBU itu menunggu kendaraan untuk membeli solar. Sementara kita di Bengkulu ini sulit mendapatkan solar,” cecar Yurman.

Akibat krisis solar di Bengkulu ini, Yurman mengatakan akan berdampak banyak. Apalagi ditengah kondisi pandemic Covid-19. “Tentunya dampaknya sangat banyak. Bukan hanya tentang ekonomi para sopir kendaraan solar, tapi juga berdampak pada roda transportasi kita di daerah. Bahkan dengan kondisi seperti ini akan membuat orang dari daerah lain enggan datang ke Bengkulu. Sebab, mereka khawatir nanti tidak ada solar untuk menjalankan kendaraan mereka. Nah ini menurut saya perlu jadi perhatian pemerintah daerah dengan Gubernur dan wakil Gubernur Bengkulu yang baru saat ini. Saya minta Pak Gubernur bisa menyelesaikan persoalan ini,” kata Yurman.

Kemudian jika kondisi seperti saat ini terus bertahan, maka hal itu sudah tidak normal. Karena dampak imbas akibat antrean yang panjang akan meningkat lakalantas. Sebab, selain ngantuk dan capek menunggu antre di SPBU untuk mendapatkan solar, secara psikis juga mengganggu usaha lainnya.

“Seperti usaha-usaha yang berada di sepanjang jalur menuju SPBU, mereka tertutup oleh panjangnya antrean kendaraan itu, sehingga mengakibatkan usaha mereka menurun pendapatannya. Sebab itu, ini merupakan pekerjaan rumah bagi Gubernur Rohidin dan wagub Rosjonsyah yang baru saja dilantik,” pungkas Yurman.

Ditambahkan oleh Benny Sunandar, salah seorang pengusaha yang tokonya berada di samping SPBU Pagar Dewa, dia mengaku bukan hanya dia, namun beberapa ruko dan usaha warung yang ada di sepanjang jalur SPBU ini merasa sangat terganggu dengan adanya antrean panjang.

“Jelas kami merasa sangat terganggu. Karena toko kami jadi tidak kelihatan oleh orang yang lewat,” kata Benny. (idn)

BERBAGI: