Ini Tiga Usulan Prioritas Desa Padang Bindu

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Kepala Desa Padang Bindu Kecamatan Kedurang Ilir Julianto mengatakan pada saat MusrenbangDes 2022 ada tiga usulan prioritas Desa Padang Bindu yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Usulan tersebut berupa perehaban jalan, dua jembatan satu jembatan menuju sentral produksi dan satu lagi jembatan menuju ke pemakaman, karena selama ini jembatan central produksi tersebut tidak layak lagi dilalui kalau satu lagi memang tidak ada sehingga sehingga masyarakat kesulitan kalau ada masyarakatnya yang meninggal dunia,” kata Julianto di Kantor Desa, Selasa (02/03).

Untuk perehaban jalan dikarenakan sudah banyak yang rusak dimana jalan lingkungan tersebut sebelumnya dibuat dengan bentuk lapen dan saat ini diusulkan menjadi Hotmix agar masyarakat bisa lancar dalam beraktifitas.

Apalagi saat hujan jalan yang ada bisa membuat air tergenang, untuk usulan sudah beberapa kali diusulkan hampir setiap tahun selama masa jabatan kurang lebih 6 tahun. Tetapi belum juga diakomodir dengan panjang dua kilometer yang dibangun oleh pihak PU sudah lebih dari puluhan tahun.

“Untuk jembatan Beton Bertulang sudah sangat tidak layak lagi dilalui, Jika menggunakan motor harus dituntun dan kalau menggunakan mobil harus menyusun papan agar ban tidak masuk kedalam papan yang sudah rapuh, apalagi apa yang dilakukan masyarakat tersebut sangat berbahaya, karena kita tidak ada lagi jalan lain hal tersebut tetap dilakukan untuk mengeluarkan hasil panen,” kata dia

Perehapan jembatan central produksi ini panjangnya 16 meter dengan lebar tiga meter. Untuk mengeluarkan hasil panen jagung dan sawit, Apalagi banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan hasil panen dimana luas perkebunan yang ada disana kurang lebih 150 hektar.

Untuk jembatan gantung yang menuju pemakaman sangat dibutuhkan karena untuk menuju kesana melalui jurang yang sangat dalam, sehingga hal itu menyulitkan masyarakat untuk mengantarkan jenazah.

“Untuk selama ini kami mengantarkan jenazah harus memutar melalui Desa Nanjungan dan terlalu jauh, Kalau ada jembatan gantung tadi yang dibuat sekitar 100 meter hanya 200 meter berjalan kaki dari desa sehingga bisa menghemat waktu sampai pemakaman,” singkat Julianto.(afa)

BERBAGI: