Reses, Juli Hartono Tampung Usulan Desa Tanjung Besar

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Wakil Ketua 1 DPRD Bengkulu Selatan Juli Hartono, SE mengatakan dengan kegiatan reses ini siap menampung usulan yang menjadi prioritas Desa Tanjung Besar dan memperjuangkannya pada agenda rapat paripurna.

“Sehingga apa yang sudah menjadi usulan kita bisa diakomodir di tahun 2022 nanti, Dengan kesamaan usulan yang disampaikan pada saat Musrenbangdes, Musrenbangcam yang ditampung oleh pihak Bappeda dengan Pokok Pikir (Pokir) anggota Dewan, Sehingga dengan kesamaan tersebut akan dibahas antara legislatif dan eksekutif,” Ucap Juli di Aula Kantor Desa Tanjung Besar Kamis(04/03).

Juli hartono merupakan dapil satu dari daerah Desa Tanjung Besar Kecamatan Manna, Dengan kembalinya Juli dalam kegiatan reses ini untuk menampung dan menerima keluhan ataupun usulan dari masyarakat kepada DPR baik itu dari segi pembenahan secara pribadi, menjalin silaturahmi, pembangunan maupun pemberdayaan.

Dari semua usulan yang disampaikan nanti akan diinput dan akan dibawa dalam rapat paripurna untuk dibahas dan diperjuangkan untuk direalisasikan, Baik itu melalui proposal maupun turun secara langsung untuk mendengarkan  usulan masyarakat.

“Adapun tujuan reses yang saya lakukan  untuk mendekatkan anggota DPRD sebagai wakil rakyat dengan rakyat pemilihnya, dengan melakukan diskusi menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat melalui DPR,” Jelas Juli.

Adapun yang disampaikan oleh Pj Kepala Desa tanjung Besar Tiwardi, SE melalui reses yang dilakukan anggota DPRD Juli hartono menyampaikan tiga usulan prioritas yang menjadi usulan untuk tahun 2022.

“Yang kita usulkan adalah pembuatan Bronjong penahan tebing yang berada diatas air Bengkenang agar tidak terjadi erosi ataupun longsor, Yang kedua peningkatan jalan menuju Balai Kemasyarakatan sekaligus siring kiri kanan, dan perbaikan Pustu Desa, Yang sudah kami rangkum dalam kegiatan Musrenbangdes yang disampaikan pada Musrenbangcam,” kata Tiwardi.

Untuk pembuatan Bronjong ini minta dibangun pada titik yang rawan kalau mau diikuti sepanjang air Bengkenang mungkin terlalu panjang, Ada salah titik yang sudah dianggap mendesak dengan panjang kurang lebih satu kilometer karena sudah hampir dekat pemukiman masyarakat.

Kalau untuk peningkatan  jalan ini saat dibutuhkan karena sudah mengalami kerusakan, Apalagi belum mempunyai siring sehingga pada saat hujan kawasan pemukiman tersebut banjir, Untuk peningkatan jalan tersebut sepanjang 200 meter dengan siring kiri kanan 400 meter dan ditambah 100 meter menuju pembuangan menuju air Bengkenang.

“Sedangkan untuk Pustu saat ini kalau kita melihat kondisinya sudah sangat darurat,Dengan atap yang banyak rusak dan peralatan yang banyak rusak, Kalau itu menggunakan dana desa tidak mencukupi bahkan bangunan tersebut merupakan bangunan Kabupaten . Dimana nantinya Postu ini digunakan untuk central kesehatan masyarakat Tanjung Besar baik itu dari balita sampai lansia,” Pungkas Tiwardi.(afa)

BERBAGI: