Belanja Modal APBN di Mukomuko Ngebut

Featured Mukomuko

RBO >>>  MUKOMUKO >>>  Kepala KPPN Mukomuko, Rusli Zulfian mengungkapkan realisasi belanja modal Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) di Kabupaten Mukomuko sudah mencapai 20,35 persen atau sebesar Rp 4,8 miliar dari total pagu sebesar Rp 24 miliar. Hal ini ia ungkapkan dalam kegiatan temu media triwulanan (TMT) dalam rangka rilis pelaksanaan APBN Triwulan I Tahun 2021, Rabu (7/4) di Aula KPPN Mukomuko.

Rusli mengatakan, realisasi APBN bidang belanja modal di Kabupaten Mukomuko pada tahun 2021 ini lebih cepat (ngebut) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dijelaskannya, salah satu penyebab realisasi belanja modal ini berjalan ngebut, karena kegiatan yang dijalankan merupakan kegiatan lanjutan Tahun 2020 lalu yang sempat tertunda lantaran adanya pandemi Covid-19.

Sejumlah kegiatan belanja modal atau kegiatan fisik APBN yang dilaksanakan instansi vertikal di Mukomuko, pada tahun 2020 harus tertunda karena anggaran difokuskan pada penanganan pandemi. Sementara proses lelang kegiatan/proyeknya sudah tuntas.
“Jadi, tidak banyak lagi kegiatan yang prosesnya mulai dari awal. Tinggal lanjutan kegiatan tahun 2020 lalu. Jadi, mulai kegiatannya juga bisa lebih cepat. Makanya realisasinya pada triwulan I ini cukup besar. Contoh, kegiatannya pembangunan gedung Pengadilan Negeri (PN) Mukomuko,” beber Rusli.

Kemudian ia menjelaskan, untuk belanja pemerintah pusat di Kabupaten Mukomuko secara keseluruhan meliputi belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal, realisasi penyalurannya sudah mencapai 17,63 persen atau sebesar Rp 23,9 miliar.
Diuraikannya, total pagu belanja pemerintah pusat tahun 2021 di instansi vertikal di Kabupaten Mukomuko sebesar Rp 136,1 miliar, dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp 71,5 miliar, belanja barang Rp 40,5 miliar, dan belanja modal Rp 24 miliar.

“Realisasi belanja pegawai pada triwulan I sudah 18,05 persen atau Rp 12.9 miliar, belanja barang 15,28 persen atau sekitar Rp 6 miliar, dan belanja modal telah mencapai 20,35 persen atau sebesar Rp 4,8 miliar. Realisasi paling besar memang pada belanja modal. Kita juga sudah menyalurkan Dana Desa sebesar Rp 9,8 miliar dari pagu 123,5 miliar atau baru mencapai 8 persen,” tutup Rusli. (sam)

BERBAGI: