Juara 1, Mukomuko Wakili Bengkulu ke Tingkat Nasional

Featured Mukomuko

RBO, MUKOMUKO – Satu lagi prestasi berhasil ditorehkan oleh Kabupaten Mukomuko. Baru-baru ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mukomuko berhasil menjuarai lomba foto daring tingkat Provinsi “Cerita Wastra Dekranasda” yang diselenggarakan oleh Dekranasda Provinsi Bengkulu.

Bukan hanya menyabet juara satu, foto kiriman atau unggahan Dekranasda Mukomuko juga berhasil menyabet juara favorit (like dan komen terbanyak). Untuk foto juara favorit ini, modelnya diperankan langsung oleh Ketua Dekranasda Mukomuko, Hj. T. Nurliyana Absjah, M.Pd. yang tak lain istri Bupati Mukomuko, H. Sapuan, SE., MM., Ak., CA., CPA.

Yang membuat prestasi ini lebih membanggakan lagi, foto yang menjadi juara 1 dan juara favorit, propertinya menggunakan kain batik khas Kabupaten Mukomuko yaitu batik “Bauki Tando Pusako”. Kemenangan ini sekaligus bisa mempromosikan batik Mukomuko lebih luas lagi.

Tidak hanya itu, dengan menjadi juara pada ajang lomba foto daring “Cerita Wastra Dekranasda” ini, Dekranasda Kabupaten Mukomuko akan mewakili Provinsi Bengkulu mengikuti ajang yang sama ke tingkat nasional.

Ketua Dekranasda, Nurliyana Absjah atau akrab disapa Liya Sapuan mengaku puas dan bangga atas prestasi ini. Menurutnya, prestasi ini menjadi semangat baru bagi Dekranasda Mukomuko untuk lebih aktif lagi menggali dan mengembangkan kerajinan yang ada di Mukomuko.

Ia juga mengatakan, melalui ajang perlombaan ini, apalagi Mukomuko akan mewakili Bengkulu ke tingkat nasional, otomatis bisa memperkenalkan batik khas Mukomuko, batuk “Bauki Tando Pusako” ke tingkat nasional. Sebab, foto yang menjadi juara, tidak lepas dari keindahan batik Mukomuko.

“Sangat bangga dengan hasil ini. Juga melalui ajang ini, masyarakat yang belum tahu, bisa lebih mengenal Batik Bauki Tando Pusako, yang batik corak khas Kabupaten Mukomuko,” ungkap Liya Sapuan.

Bupati Mukomuko, H. Sapuan, menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam mensukseskan lomba foto “Cerita Wastra Dekranasda” tingkat Provinsi Bengkulu sehingga Mukomuko meraih juara 1 dan juara favorit.

“Kita bangga dengan prestasi ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak tang terlibat, sehingga bisa juara dan tentu prestasi ini bisa mengajar martabat dan derajat Kabupaten Mukomuko,” sampainya.

Soal kain batik, Bupati Sapuan berencana mengembangkan batik khas Mukomuko melalui pembinaan Kelompok Usaha Bersama (KUB). KUB ini nanti akan dilatih oleh tenaga profesional.
“Untuk pembinaan atau Diklat nanti akan kita datangkan tenaga ahli dari Sumatra Barat maupun Jawa. Sasarannya nanti KUB-KUB dan pelaku kerajinan. Muda-mudahan dengan begitu batik Mukomuko bisa berkembang,” demikian Sapuan.

Tentang Lomba
Sekretaris Dekranasda Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE., MAP menjelaskan, lomba foto daring “Cerita Wastra Dekranasda” ini merupakan ajang kompetisi foto menggunakan kebaya dan batik tradisional daerah Bengkulu yang digelar Dekranasda Provinsi Bengkulu. Setiap peserta mengunggah foto terbaik di media daring Instagram dan Facebook dari tanggal 24 Maret-12 April 2021.

Foto dengan model yang diperankan Uci Rahayu dari Dekranasda Mukomuko ditetapkan dewan juri sebagai pemenang pertama lomba ini. Kemudian disusul Dekranasda Provinsi Bengkulu sebagai pemenang kedua dan Dekranasda Kabupaten Bengkulu Utara sebagai pemenang ketiga.

Satu foto dimana modelnya Ketua Dekranasda Mukomuko, Ibu Liya Sapuan mendapatkan dukungan like sebanyak 1.580 like dan 39 komentar di media daring Instagram, keluar sebagai juara favorit kompetisi kali ini. “Mayoritas foto yang kita lombakan menggunakan properti khas Mukomuko dan khususnya kain batik Bauki Tando Pusako. Konsep foto yang kita lombakan sekaligus ingin mempromosikan objek wisata dan batik khas Mukomuko,” terang Nurdiana.

Ia juga menerangkan, kain batik “Bauki Tando Pusako” yang telah menjadi batik corak khas Mukomuko ini menggambarkan tentang kekayaan flora dan fauna yang dimiliki Mukomuko. Ikan Mikih (endemik Mukomuko) dan Lokan yang merupakan bahan makanan khas daerah ini, dipadukan dengan kelapa sawit yang menjadi sumber ekonomi utama masyarakat setempat.
Penggabungan cerano sebagai simbol bahwa masyarakat Mukomuko berpegang teguh terhadap adat-istiadat, dibalut dengan harmonisasi Bunga Rafflesia dan motif besurek melahirkan kain batik “Bauki Tando Pusako” yang memancarkan pesona keindahan dan layak dibanggakan. (sam)

 

BERBAGI: